Jampinang, Pohon Pancasila yang Dijaga dengan Sepenuh Hati oleh Yayasan Paseban

by -722 Views

Di sisi lain kawasan Megamendung yang sejuk, Jawa Barat, Ada satu inisiatif dari Yayasan Paseban yang mengusung semangat pelestarian alam dan pertanian organik. Arista Montana, lembaga ini, menjadi harapan baru yang tidak hanya dimulai dari tanah. Di sana, tumbuh pohon jampinang—Hopea sangal Korth—sebuah spesies langka yang mulai menarik perhatian di tengah-tengah upaya tersebut, karena selain sebagai pohon, ia juga menjadi lambang nilai-nilai Pancasila dan kesadaran baru tentang alam.

Jampinang bukan baru pertama kali tumbuh di Indonesia. Ia adalah anggota dari keluarga Dipterocarpaceae, keluarga yang sama dengan meranti yang biasa ditemukan di hutan Asia Tenggara. Namun, di Pulau Jawa, jampinang termasuk langka, bahkan hampir terlupakan. Hingga komunitas Among Jitun menemukan kembali keberadaan pohon ini di lereng Gunung Arjuno, Pasuruan, Jawa Timur.

Di lokasi tersebut, jampinang tumbuh subur di sekitar mata air yang tak pernah berhenti mengalir, yang menjadi simbol kehidupan yang berkelanjutan dan kesuburan alam. Ia bukan hanya menjadi tempat berteduh, tetapi juga melambangkan perlindungan spiritual bagi alam sekitarnya.

Pancasila menjadi bagian terintegrasi dalam setiap bagian dari pohon jampinang. Mulai dari akarnya yang dalam yang mewakili sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, batangnya yang kokoh melambangkan kemanusiaan yang adil, hingga kanopi lebat yang menunjukkan persatuan Indonesia.

Tak heran jika pada penentuan Pohon Pemersatu Bangsa oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pada tahun 2018, jampinang menjadi pilihan utama. Andy Utama, Pembina Yayasan Paseban, menyampaikan bahwa penanaman pohon ini bukan hanya sekadar menjaga lingkungan, tetapi juga bentuk penghormatan pada nilai-nilai bangsa yang mulai luntur.

Salah satu ciri khas dari pohon jampinang adalah aroma getahnya yang khas, yang direlease dari batang dan membentuk kristal alami. Aroma ini dianggap sebagai bahasa alam, undangan bagi manusia untuk merenung sejenak akan keterhubungan semua unsur alam.

Menurut Dr. Retno Aryani, ahli botani dan dosen di IPB University, jampinang adalah indikator penting kesehatan hutan tropis asli. Kehadirannya mencerminkan kondisi ekologis suatu daerah.

Jampinang juga menjadi simbol spiritual dalam pegiatan pertanian organik yang dikelola oleh Yayasan Paseban. Di kawasan Arista Montana, pertanian diartikan tidak hanya sebagai tugas bercocok tanam, melainkan sebagai filosofi hidup: sebuah hubungan timbal balik yang dijaga antara manusia dengan alam.

Bukan lagi eksploitasi, pendekatan ini menanamkan kembali keterhubungan manusia dengan tanah. Jampinang berdiri sebagai penjaga nilai dan keseimbangan alam di dalam berbagai aspek kegiatan pertanianorganik tersebut.

Kini, komunitas Among Jitun tak hanya menjaga pohon jampinang di Gunung Arjuno, tapi juga menyebarkan bibitnya ke seluruh Indonesia. Harapan untuk kebangkitan nilai-nilai spiritual dan ekologis bangsa Indonesia tercermin dalam setiap biji yang ditanam.

Dari satu pohon yang tumbuh di lereng gunung, kini jampinang menjadi simbol masa depan baru. Ia memberikan pengingat bahwa kemajuan yang utama tidak bisa tumbuh tanpa akar yang kuat—akar yang mengakar pada tradisi, menyatu dengan nilai-nilai luhur, dan tumbuh ke masa depan dengan pemahaman akan ekologis yang lebih baik.

Sumber: Jampinang, Pohon Pancasila Dari Arjuno: Simbol Harmoni Alam Dan Bangsa Di Arista Montana
Sumber: Jampinang: Pohon Pancasila Dari Arjuno Yang Menjadi Simbol Harmoni Alam Dan Bangsa