Ini Alasan Mengapa Pejabat di Jawa Sering Lakukan Kumpul Kebo

by -278 Views

Praktik kumpul kebo menjadi fenomena yang semakin marak di Indonesia, terutama di wilayah timur, karena banyak anak muda yang merasa pernikahan terlalu kaku dan terikat aturan. Kumpul kebo, sebagai bentuk hubungan tanpa formalitas, dipandang sebagai relasi yang lebih murni dan tulus. Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru di Indonesia, sudah lazim terjadi sejak masa kolonial, terutama di kalangan pejabat Belanda yang tinggal di Hindia Belanda. Penjajah tinggi dan warga Belanda pada masa itu sering menjalani hidup bersama perempuan lokal tanpa ikatan pernikahan resmi, karena membawa istri dari Eropa ke Hindia Belanda dianggap mahal dan berisiko. Para pejabat VOC seperti Gustaaf Willem Baron van Imhoff dan Reinier de Klerk, contohnya, hidup bersama perempuan lokal dan memiliki anak-anak dari hubungan ini. Selain gubernur jenderal, elit lain seperti penasihat dan anggota dewan juga terlibat dalam praktik serupa. Di tingkat bawah, pegawai, prajurit, dan pedagang Eropa juga kerap menjalani kehidupan serupa. Masyarakat menyebut praktik ini sebagai “kumpul Gerbouw” yang artinya “hidup bersama di bawah atap yang sama”. Ini merupakan bagian dari sejarah yang bisa memberikan pelajaran untuk kehidupan sehari-hari saat ini.

Source link