Gabriel Bortoleto dan Max Verstappen telah menunjukkan hubungan erat sejak beberapa waktu lalu. Sebelum Grand Prix Australia, Verstappen memberikan saran kepada Bortoleto untuk menggunakan ban intermediate, yang kemudian terbukti sangat efektif. Hubungan keduanya tidak hanya terjadi di F1, tetapi sudah berlangsung sejak lama, bahkan sebelum kedatangan Verstappen di ajang balap kelas atas.
Bortoleto memuji Verstappen sebagai salah satu pembalap terbaik sepanjang masa, selain Ayrton Senna. Mereka pertama kali bertemu pada tahun 2013 saat Bortoleto masih berkompetisi di Formula 3. Dari komunikasi dan bantuan yang diberikan oleh Verstappen, Bortoleto banyak mendapat manfaat dalam perjalanan menuju F1.
Jonathan Wheatley, yang kini menjadi bos tim Sauber, sebelumnya menjabat sebagai direktur olahraga di Red Bull Racing, mengonfirmasi bahwa Verstappen telah memberikan dukungan positif terhadap Bortoleto sejak awal. Pertemuan pertama mereka terjadi dalam sebuah acara gokart pada tahun 2017, dan kini mereka bertemu kembali dalam balapan simulasi.
Bortoleto mengakui awalnya merasa sulit dalam balapan simulasi, tetapi dengan ketekunan dan latihan, dia menjadi salah satu pembalap terbaik di dunia dalam hal tersebut. Verstappen memiliki tim balapan simulasi sendiri, Team Redline, dan Bortoleto resmi bergabung sebagai duta besar tim sejak tahun 2023. Mereka sering berlatih bersama dan mungkin akan ikut dalam beberapa balapan ketahanan di akhir tahun.





