Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) bukan hanya sekedar merayakan momen tahunan, tetapi juga menjadi wadah aksi nyata Presiden Prabowo Subianto dalam memastikan masa depan anak-anak Indonesia terjamin. Dalam rangka ini, pemerintah mengangkat tiga program unggulan yang langsung mengincar kebutuhan anak-anak, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), dan Revitalisasi Sekolah. Program MBG tidak hanya bertujuan untuk memberi makanan, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi harian anak-anak. Data Kemenkes menunjukkan bahwa sebanyak 60% anak sekolah tidak sarapan sebelum berangkat ke sekolah, yang berdampak pada kurangnya fokus dan cepat lelah. Selain itu, tidak sarapan juga berpotensi menyebabkan anemia defisiensi zat besi, yang secara jangka panjang bisa menurunkan IQ anak-anak.
Selain MBG, program CKG hadir untuk memberikan layanan kesehatan gratis kepada anak-anak sekolah, mencakup pemeriksaan tinggi badan, berat badan, penglihatan, pendengaran, TBC, dan kesehatan mental. Pemerintah menjalankan amanat UUD 1945 pasal 28 (H) ayat 1 dan 3 tentang hak kesehatan masyarakat, termasuk anak-anak, dengan meluncurkan program CKG sebagai bentuk perlindungan kesehatan masyarakat. Sedangkan program revitalisasi sekolah bertujuan untuk merenovasi 11.440 sekolah pada tahun 2025, khususnya di daerah 3T dan wilayah padat penduduk yang kekurangan fasilitas belajar yang layak. Presiden Prabowo telah mengalokasikan dana sebesar Rp 20 triliun dari APBN 2025 untuk mendukung program ini sebagai respons terhadap tingginya jumlah sekolah rusak di Indonesia.
Program revitalisasi sekolah ini fokus pada sekolah yang mengalami kerusakan sedang dan berat, dengan tujuan agar fasilitas belajar yang layak tersedia untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan siswa. Semua program ini merupakan upaya strategis pemerintah dalam menjamin kualitas hidup anak-anak Indonesia, sebagai bentuk komitmen dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

