Pada tahun 1960, Presiden Indonesia, Soekarno, diundang oleh Presiden AS ke-34, Dwight D. Eisenhower, untuk mengunjungi Gedung Putih. Namun, kunjungan tersebut tidak berjalan sesuai rencana karena Soekarno tidak disambut oleh Eisenhower ketika tiba di bandara. Keterlambatan Eisenhower dalam menyambut Soekarno membuat suasana menjadi canggung, dan pertemuan antara keduanya terasa dingin. Ternyata, keterlambatan itu disengaja karena Eisenhower tidak senang dengan kehadiran Dipa Nusantara Aidit, Ketua PKI, dalam rombongan Soekarno.
Setahun setelah peristiwa tersebut, Eisenhower digantikan oleh John F. Kennedy yang memiliki pandangan yang berbeda terhadap Soekarno. Dibawah kepemimpinan Kennedy, hubungan AS-Indonesia kembali membaik dan Soekarno juga menyambut perubahan ini dengan baik. Kennedy bahkan merencanakan untuk berkunjung ke Indonesia pada tahun 1964 dan Soekarno membangun Wisma Indonesia di Istana Negara sebagai tempat tinggal Kennedy.
Namun, rencana tersebut tidak pernah terwujud karena Kennedy tewas ditembak pada 22 November 1963 di Dallas, Texas. Soekarno sangat menyesal bahwa sahabat politiknya tersebut tidak pernah bisa datang ke Indonesia. Kehangatan hubungan antara Soekarno dan Kennedy menjadi kenangan yang berkesan meskipun peristiwa awal kunjungan ke Gedung Putih berakhir dengan ketegangan.
