Transforming Our Children’s Future: People’s School Offers Zero Costs and Discipline

by -230 Views

Sekolah Rakyat: Transformasi Pendidikan untuk Masa Depan Anak-anak

Setiap pagi, Juwita merasa lega. Dia tidak lagi khawatir tentang membayar seragam sekolah, buku teks, atau bahkan makanan harian untuk putranya, Fachri. Sejak diluncurkannya program Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2025–2026, beban keuangan yang dulu begitu berat untuknya mulai terangkat.

“Saya sangat bersyukur. Putra saya menjadi lebih rajin, dan sekarang dia berbicara kepada kami, orangtuanya, dengan lebih hormat. Itu membuat saya tersentuh—dia juga menjadi lebih mandiri. Di rumah, saya dulu mencuci pakaiannya, tetapi di sini, dia melakukannya sendiri,” ungkap Juwita saat berkunjung ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama 6 Jakarta pada hari Senin (4 Agustus).

Fachri telah tinggal di asrama tersebut hampir sebulan. Perubahan yang dia tunjukkan bukan hanya soal kemandirian, tetapi juga rutinitas harian yang lebih sehat. “Di sini, vitaminnya terjamin, makanannya juga terjamin. Saya sangat berterima kasih kepada Presiden,” katanya. “Putra saya sekarang lebih bahagia, dan dia jauh lebih antusias,” tambahnya.

Dian, seorang orangtua lain yang anaknya, Aditya, bersekolah di sekolah yang sama, juga mengungkapkan rasa syukurnya. Bagi Dian, Sekolah Rakyat adalah jawaban atas doanya—agar anaknya belajar disiplin dan keluarganya mendapatkan keringanan finansial.

“Saya sangat bahagia. Saya pikir ini adalah satu-satunya cara bagi anak saya untuk belajar berdiri di kakinya sendiri, untuk menjadi lebih dewasa daripada sebelumnya,” ujarnya, suaranya penuh emosi.

Menurut Dian, transformasi terlihat tidak hanya dari sikap Aditya, tetapi juga dari kesehatan fisiknya.

“Syukurlah, dia sedikit gemuk dan terlihat jauh lebih bersih sekarang. Dulu dia begitu sulit diberi makan—bahkan untuk membuatnya makan dua kali sehari saja sulit. Tetapi di sini, semuanya berjalan sesuai jadwal—makan, kegiatan, ibadah, dan belajar Al-Qur’an. Saya sangat berterima kasih karena Sekolah Rakyat telah sangat membantu kami,” jelasnya.

Bagi orangtua seperti Juwita dan Dian, Sekolah Rakyat bukan hanya program pendidikan. Ini adalah tali pengaman bagi keluarga kelas pekerja yang selama ini berjuang untuk membiayai pendidikan layak bagi anak-anak mereka.

“Saya sangat berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto—terutama karena sekarang pendidikan putra saya didukung penuh, mulai dari makanan hingga seragam hingga buku tulis. Sebagai orangtua dari latar belakang ekonomi menengah bawah, saya benar-benar menghargainya,” ujar Juwita.

Dian juga tersentuh saat mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Terima kasih kepada Presiden telah menciptakan Sekolah Rakyat, dan telah membuatnya mungkin bagi putra saya untuk berada di sini. Yang bisa saya lakukan hanya mengucapkan terima kasih. Saya harap dia terus berhasil, tetap sehat, diberkati dengan keberuntungan berlimpah, dan keluarganya selalu dalam keadaan baik. Seribu terima kasih bagi beliau,” ujarnya dengan tulus.

Bagi keluarga seperti mereka, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar. Ini adalah ruang harapan yang baru—di mana beban hidup terasa sedikit lebih ringan, anak-anak tumbuh menjadi individu yang mandiri, dan masa depan terasa sedikit lebih pasti.

Source link