18,000 Cadres Ready for Free Nutritious Meal Distribution: Deputy Minister

by -260 Views

Sebanyak 18.000 Penasihat Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) siap memimpin program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak prasekolah, dan balita—terutama mereka yang berusia di bawah dua tahun. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana (Kemendukbangga) Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka dalam forum diskusi “Double Check” yang diselenggarakan oleh Kantor Komunikasi Presiden (PCO) bekerja sama dengan Gempita, di Jakarta, pada Jumat (9 Agustus). Diskusi dengan tema “Peran Pembangunan Keluarga dalam Menyambut Indonesia Emas 2045” juga dihadiri oleh Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, serta Staf Ahli Senior PCO Chacha Anisa. Menurut Isyana, pemerintah telah mengambil langkah-langkah konkret untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia pada tahun 2045, salah satunya adalah program MBG. “MBG tidak hanya ditujukan untuk siswa, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak prasekolah. Kelompok-kelompok ini tidak termasuk dalam cakupan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” jelas Isyana. Kemendukbangga bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam program ini. Meskipun program ini di bawah BGN, Kemendukbangga mengirimkan kader yang terlatih untuk melaksanakannya di lapangan. Selain kader PKB dan PLKB, Kemendukbangga juga bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri untuk membentuk Tim Pembantu Keluarga (TPK), yang terdiri dari tenaga kesehatan (seperti bidan atau perawat), kader Gerakan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan relawan keluarga berencana. Jumlah tim ini sekitar 600.000 anggota di seluruh negeri. “Mereka adalah tenaga kerja garis depan yang mendistribusikan MBG kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, terutama mereka yang berusia di bawah dua tahun,” ujar Isyana. Ia menekankan pentingnya nutrisi bagi ibu hamil dan menyusui, serta anak-anak kecil. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sebagaimana tercantum dalam tujuan Asta Cita pemerintah nomor empat, harus dimulai dari unit terkecil—keluarga—dan sesegera mungkin. “Kebiasaan dibangun dalam keluarga, meskipun setiap keluarga memiliki dinamika yang berbeda,” tambahnya. Isyana juga menegaskan bahwa 1.000 hari pertama kehidupan adalah periode penting untuk mencegah stunting—dan periode ini dimulai bukan saat lahir, melainkan selama kehamilan.

Source link