Rumah BUMN BRI Mendorong Pertumbuhan UMKM dan Masyarakat

by -380 Views

Minat untuk mandiri secara finansial semakin mendapatkan perhatian di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan saat ini. Banyak individu mulai mempertimbangkan kembali arah hidup dan karier mereka, bahkan mengambil keputusan untuk keluar dari zona nyaman pekerjaan kantor. Mereka berani mengambil langkah untuk menjalani bisnis sendiri guna mendapatkan penghasilan yang lebih fleksibel dan terus berlanjut, serta memiliki kontrol yang lebih besar terhadap keuangan masa depan. Salah satu contoh adalah Widya Purnama Sari, mantan karyawan yang saat ini sukses sebagai pengusaha UMKM dengan bimbingan program Rumah BUMN.

Widya adalah pemilik Kreasi Nyobi, usaha pempek ikan tenggiri berkualitas. Perjalanan usaha pempek tersebut dimulai pada 2020, dengan dukungan dari suaminya yang berkecimpung dalam pengadaan produk perikanan. Awalnya, pempek buatan Widya hanya dijual kepada teman-teman terdekat. Namun, setelah dedikasi dan bereksperimen dengan resep selama hampir setahun, produknya mulai dikenal secara luas.

Pada akhir 2023, Widya mulai terlibat lebih dalam dalam pelatihan dan program pendampingan yang diselenggarakan oleh komunitas UMKM serta Rumah BUMN. Melalui pelatihan ini, Widya tidak hanya mendapat pengetahuan baru tentang manajemen bisnis, pemasaran digital, dan legalitas produk, tetapi juga berhasil membangun jejaring dengan pelaku bisnis lainnya. Dukungan ini menjadi faktor kunci dalam pertumbuhan bisnisnya, yang secara perlahan namun pasti menunjukkan perkembangan positif.

Produk pempek Widya tersedia dalam dua kategori, yakni beku dan siap makan. Untuk acara seperti catering, Widya menawarkan paket isi 3 pempek seharga Rp12.000. Sedangkan untuk penjualan harian, harga per pempek berkisar Rp4.000 dengan kapasitas produksi mencapai 4.000 buah. Selain penjualan langsung dan melalui reseller yang ditemui di bazaar, pempek Widya juga sering hadir dalam event komunitas UMKM dan BUMN, yang tidak hanya meningkatkan penjualan namun juga memperluas jaringan bisnisnya.

Usaha pempek ini dijalankan oleh tim kecil, dengan omzet bulanan mencapai Rp10-15 juta, yang kemudian diinvestasikan kembali sebagai modal usaha. Widya berencana untuk membuka toko offline di masa depan, meskipun membutuhkan modal yang signifikan. Pengalaman Widya adalah contoh nyata bagaimana program Rumah BUMN binaan BRI efektif dalam memberdayakan pengusaha mikro untuk tumbuh dan berkembang.

Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menjelaskan bahwa BRI terus berupaya memberdayakan masyarakat dan UMKM melalui program Rumah BUMN. Hingga Juni 2025, BRI telah mengelola 54 Rumah BUMN dan menyelenggarakan lebih dari 16 ribu pelatihan. Program ini memberikan akses pelatihan dan pendampingan bagi pelaku usaha untuk naik kelas dan merambah ke bisnis digital, sehingga semakin banyak UMKM yang berkembang, semakin kuat perekonomian Indonesia.

Source link