Misteri kehilangan 6.000 ton emas selama Perang Dunia II di Filipina masih menjadi teka-teki hingga saat ini. Emas ini merupakan hasil rampasan tentara Jepang yang dikumpulkan selama perang untuk mendanai pertempuran. Di Indonesia sendiri, emas curian Jepang yang dikenal sebagai Harta Karun Nakamura masih menyimpan misteri hingga kini dengan jumlah mencapai 960 kg. Sementara itu, di Filipina, jumlah emas yang dijarah oleh organisasi rahasia, Golden Lily, mencapai 6.000 ton.
Operasi Golden Lily yang dipimpin oleh Yasuhito Chichibu merupakan upaya Jepang untuk menjarah emas, permata, dan uang tunai dari berbagai tempat di Asia Tenggara dan menyimpannya di Filipina. Namun, ketika Jepang kalah perang, Panglima Tomoyuki Yamashita memerintahkan agar emas tersebut disembunyikan di pegunungan utara Filipina. Meskipun pencarian telah dilakukan, hingga saat ini lokasi penyimpanan emas Yamashita masih menjadi misteri besar.
Kisah penemuan emas Yamashita menarik perhatian banyak pemburu harta karun, termasuk Rogelio Roxas yang berhasil menemukan beberapa batang emas dan patung Buddha berlapis emas di gua dan terowongan peninggalan Jepang. Namun, keberhasilan Roxas disusul dengan tragedi saat rumahnya digerebek oleh militer dan semua emas disita oleh Presiden Ferdinand Marcos. Meskipun pencarian dilakukan secara berulang kali, hingga kini lokasi pasti penyimpanan emas Yamashita tetap menjadi teka-teki besar yang belum terpecahkan.
