Guncangan Gempa Besar di Jakarta, Warga Panik dan Bangunan Hancur

by -566 Views

Pada malam Rabu (20/8/2025), gempa berkekuatan M4,9 membuat warga Jakarta dan sekitarnya panik. Badan Geologi menyatakan bahwa gempa ini disebabkan oleh aktivitas sesar naik pada zona Sesar Baribis. Namun, sejarah mencatat bahwa kepanikan serupa telah terjadi 191 tahun yang lalu ketika gempa dahsyat yang sama dipicu oleh pergerakan Sesar Baribis melanda Jakarta (dulu Batavia) dan sekitarnya.

Pada malam tanggal 9 Oktober 1834, warga merasakan getaran kecil dari dalam tanah tetapi banyak yang tidak menghiraukannya karena cuaca panas dan keinginan untuk segera tidur. Namun, tengah malam, getaran hebat membuat bangunan runtuh dan warga terbangun dalam kepanikan. Sebagian besar bangunan hancur, termasuk Istana Gubernur Jenderal di Gambir (sekarang Istana Merdeka). Gempa tersebut juga melanda Bogor dan Priangan, menyebabkan kerusakan yang signifikan.

Ahli geologi Jerman, Arthur Wichmann, mencatat bahwa gempa tersebut memicu longsor besar di lereng Gunung Gede hingga menyebabkan banjir. Satu bulan setelah gempa, pemerintah kolonial menemukan pusat gempa berada di Megamendung, Bogor, dan merusak desa di sekitarnya. Peneliti juga menemukan peningkatan keluarnya uap air dari kawah Gunung Gede setelah gempa.

Sejarah menyebutkan bahwa gempa di Jakarta pada 1834 terkait erat dengan Sesar Baribis, yang juga disebut-sebut sebagai pemicu gempa di Bekasi pada 2025. Meskipun masih dalam penelitian lebih lanjut, sejarah menunjukkan dampak gempa di Jakarta dan sekitarnya dapat menjadi peringatan akan bahaya gempa di masa kini yang dihuni oleh penduduk dengan bangunan modern. Rubrik CNBC Insight menjelaskan sejarah ini untuk memberikan nilai-nilai kehidupan dari masa lampau yang dapat dijadikan pelajaran untuk masa kini.

Source link