Kontroversi Tangan Kanan Presiden AS vs Presiden RI

by -289 Views

Ada kisah menarik dalam sejarah diplomasi RI-AS antara Dutra Besar Amerika Serikat (AS), Marshall Green dan Presiden Indonesia pada saat itu, Soekarno. Green, yang ditugaskan oleh Presiden Lyndon Johnson sebagai duta besar AS untuk Indonesia pada tahun 1965, pernah mengalami perlakuan yang memalukan di depan publik oleh Soekarno. Soekarno sendiri tidak menyukai Green karena reputasinya yang kontroversial, terutama karena keterlibatan dalam kudeta di negara-negara yang pernah dia singgahi.

Pada saat itu, hubungan Soekarno dengan AS juga sedang memburuk. Soekarno merasa bahwa bantuan yang diberikan AS selalu datang dengan banyak syarat, dan kisah ini tertuang dalam autobiografi Bung Karno. Ketika Green menghadiri acara resmi di Indonesia, Soekarno secara terang-terangan menyuarakan ketidaksetujuannya terhadap kebijakan politik luar negeri AS di hadapan Green dan para duta besar lainnya.

Sebuah insiden menjadi sorotan pada 28 September 1965 ketika Soekarno mempermalukan Green dengan memberikan durian, buah yang tidak disukai oleh banyak orang AS, di tengah acara resmi. Meskipun pada awalnya enggan, Green akhirnya terpaksa memakan durian tersebut di hadapan publik. Selain itu, undangan dari Soekarno ke Pelabuhan Ratu juga membuat Green merasa takut karena legenda Nyi Roro Kidul yang mengerikan.

Green akhirnya menjalani tugasnya di Indonesia hingga tahun 1969, yang juga menjadi saksinya atas jatuhnya Soekarno dan kenaikan Soeharto sebagai Presiden. Dalam setiap negara tempat dia ditugaskan, selalu terjadi kudeta, menciptakan citra yang kontroversial bagi Green. Cerita ini mengungkap bagaimana diplomasi dapat berubah menjadi permainan kekuatan dan intrik politik, serta bagaimana interaksi antara pemimpin dunia dapat menciptakan momen yang menegangkan bahkan di tengah acara resmi.

Source link