Pejabat RI Antikorupsi Sulit Membayar Listrik dan Beli Sepatu

by -278 Views

Kasus korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat di Indonesia seringkali dipicu oleh gaya hidup mewah yang mereka jalani. Namun, berbeda dengan kebanyakan pejabat, Mohammad Hatta, proklamator dan Wakil Presiden pertama Indonesia, dikenal sebagai sosok yang sederhana dan menolak korupsi.
Selama menjabat sebagai Wapres dari tahun 1945-1956, Hatta memiliki kesempatan besar untuk menyalahgunakan fasilitas negara demi kepentingan pribadi, namun ia tetap konsisten dengan prinsip integritasnya. Pada masa itu, beberapa pejabat lain telah melakukan praktik korupsi, meskipun dalam bentuk individu.
Hatta selalu menolak untuk terlibat dalam praktik korupsi seperti halnya pejabat lain. Sebagai contoh, pada tahun 1950-an, Hatta pernah tergoda untuk membeli sepatu berharga tinggi, namun dengan keterbatasan finansial yang dia hadapi sebagai pensiunan, ia memilih untuk menahan diri dan hanya menaruh iklan sepatu tersebut di buku harian.
Meskipun mengalami kesulitan keuangan, terutama ketika sakit dan membutuhkan perawatan medis mahal, Hatta enggan menggunakan dana negara untuk kepentingan pribadi. Bahkan setelah pemerintah menawarkan bantuan dan menanggung biaya pengobatan, Hatta tetap bersikeras untuk mengembalikan biaya tersebut dengan uang tabungannya sendiri.
Komitmen Hatta terhadap prinsip hidup sederhana dan anti-korupsi terus berlanjut hingga akhir hayatnya. Meski tidak pernah membeli sepatu impian dan hidup dalam keterbatasan, Hatta tetap setia pada nilai-nilai yang diyakininya.
Melalui kisah ini, kita dapat memetik pelajaran tentang integritas, kesederhanaan, dan komitmen anti-korupsi dari salah satu tokoh sejarah Indonesia yang patut dihormati.

Source link