Heboh! Bendera Pusaka RI Hilang Jelang Upacara 17 Agustus

by -205 Views

Suasana di Istana Merdeka sedang sibuk menjelang perayaan Hari Kemerdekaan. Staf bekerja keras memastikan semua persiapan berjalan lancar tanpa kesalahan. Menteri/Panglima Angkatan Darat Maraden Panggabean turun langsung untuk mengawasi persiapan tersebut. Perayaan Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus 1967 merupakan momen penting pertama Soeharto berdiri di mimbar kehormatan sebagai Penjabat Presiden Indonesia. Setelah Soekarno, Soeharto akan memimpin momen sakral negara ini.

Namun, rencana yang sudah disusun dengan matang hancur 60 jam sebelum upacara dimulai akibat bendera pusaka merah putih yang hilang. Bendera tersebut merupakan simbol penting yang dijahit oleh Ibu Negara Fatmawati pada 1945 dan hanya dikibarkan sekali setahun saat peringatan 17 Agustus. Ketidakhadirannya pada perayaan 22 tahun kemerdekaan RI menimbulkan keraguan publik dan kehebohan di media massa. Maraden Panggabean bersama staf istana turun tangan mencari bendera pusaka yang hilang, tetapi upaya mereka nihil.

Isu hilangnya bendera pusaka ini membuat publik menyoroti Soekarno, mantan Presiden RI yang sebelumnya tinggal di Istana Merdeka. Dugaan bahwa Soekarno membawa bendera pusaka saat meninggalkan istana menuju Wisma Yaso, Bogor, memunculkan kekhawatiran. Maraden Panggabean akhirnya menemukan bendera tersebut setelah memastikan keselamatan dan penyerahannya kepada pemerintah yang dipimpin oleh Soeharto. Bendera pusaka akhirnya disimpan di Monumen Nasional dan bendera replika digunakan untuk perayaan kemerdekaan setiap tahunnya sejak 1968.

Dengan demikian, upacara Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus dapat berjalan lancar setelah ketegangan terkait hilangnya bendera pusaka terselesaikan. Bendera pusaka yang merupakan simbol sejarah dan kebanggaan bangsa Indonesia kembali berkibar di langit Jakarta. Meskipun pengibaran bendera pusaka tersebut merupakan yang terakhir kalinya, keberadaannya tetap mengingatkan akan semangat perjuangan dan kemerdekaan bangsa Indonesia. Arti dan makna dari kejadian tersebut masih relevan hingga saat ini, mengingatkan akan pentingnya menjaga dan menghormati sejarah bangsa.

Source link