Daftar Pejabat di Jawa Terciduk Kumpul Kebo: Informasi Terbaru

by -331 Views

Fenomena hidup bersama tanpa ikatan resmi, atau yang dikenal dengan sebutan kumpul kebo, telah menjadi bagian penting dari sejarah sosial di Indonesia. Praktik ini telah berlangsung sejak zaman kolonial, terutama di kalangan pejabat Belanda yang tinggal di Hindia Belanda. Pada masa itu, banyak pejabat tinggi dan warga Belanda menjalani hubungan tanpa ikatan pernikahan resmi dengan perempuan lokal. Hal ini dilakukan karena membawa istri dari Eropa ke Hindia Belanda membutuhkan biaya besar dan memiliki risiko tinggi. Sebagai alternatif, mereka membentuk hubungan rumah tangga dengan perempuan lokal, kebanyakan dari kalangan budak.

Sejumlah Gubernur Jenderal VOC, seperti Gustaaf Willem Baron van Imhoff dan Reinier de Klerk, juga terlibat dalam praktik ini. Van Imhoff, misalnya, menerima budak cantik dari Ratu Bone sebagai hadiah yang kemudian tinggal bersama sebagai “teman hidup”. Sementara de Klerk hidup bersama budak perempuan di Jawa dan memiliki banyak anak dari hubungan tersebut. Tidak hanya para Gubernur Jenderal, tetapi kalangan elit lainnya juga terlibat dalam praktik kumpul kebo. Hal ini terjadi bahkan di tingkat bawah, di mana pegawai, prajurit, dan pedagang Eropa seringkali hidup bersama perempuan lokal tanpa ikatan pernikahan.

Masyarakat menyebut praktik ini sebagai “kumpul Gerbouw”, dengan arti “bangunan” atau “rumah” dalam bahasa Belanda. Sebutan ini merupakan sindiran untuk mereka yang hidup berbagi atap. Fenomena kumpul kebo ini tidak hanya terjadi di kalangan elit, tetapi juga di kalangan yang lebih rendah. Melalui cerita seperti ini, kita dapat memahami nilai-nilai kehidupan dari masa lampau yang masih relevan hingga saat ini. Kabar ini merupakan bagian dari CNBC Insight yang membahas sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini melalui perspektif masa lalu.

Source link