Intel Diam-Diam Awasi Presiden RI di China

by -240 Views

Kunjungan para pemimpin dunia ke China dalam parade militer pada Rabu (3/9) menjadi sorotan dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menuding adanya konspirasi. Pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di China juga menarik perhatian internasional. Sorotan terhadap kunjungan pemimpin dunia ke China sejatinya bukan hal baru, terbukti dengan pengawasan ketat yang dilakukan AS terhadap Presiden RI pertama Soekarno saat berkunjung ke Beijing pada tahun 1956.

Kunjungan Soekarno ke China pada tahun 1956 menjadi momen bersejarah dalam hubungan kedua negara. Dua pemimpin besar China, yakni Mao Zedong dan Zhou Enlai, menyambut Soekarno dengan sangat meriah dan penuh kehormatan. Pengawasan oleh Badan Intelijen AS (CIA) terhadap kunjungan Soekarno dianggap penting karena Indonesia dianggap sebagai wilayah perebutan pengaruh antara AS (liberal) dan Uni Soviet (komunis) pada masa Perang Dingin. Dalam laporan rahasia CIA yang baru dipublikasikan pada 2003, terungkap bahwa sikap Soekarno yang mendukung klaim China atas Taiwan menjadi sorotan utama.

Meskipun langkah-langkahnya diawasi ketat oleh AS dan dicermati oleh CIA, Soekarno tetap terbuka dan mendukung hubungan antara Indonesia dan China. Meskipun perjalanan diplomasi RI-China terputus setelah Soekarno digulingkan pada tahun 1966, hubungan diplomatik kedua negara baru kembali terjalin pada tahun 1990. Kumpulan kisah sejarah ini menjadi bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menghadirkan ulasan sejarah untuk merangkai kondisi masa lalu dengan masa kini. Melalui cerita seperti ini, nilai-nilai kehidupan dari masa lampau dapat dijadikan pembelajaran berharga hingga saat ini.

Source link