Sebuah kisah menarik dari masa kolonial terungkap melalui seorang pejabat VOC yang kontroversial, Qiu Zuguan. Qiu, yang menjabat sebagai kepala Boedelkamer di Batavia pada abad ke-18, dikenal karena kebijakan pajaknya yang menyengsarakan masyarakat Tionghoa. Sejak 1715, Qiu membebankan pajak pada hampir setiap aktivitas, termasuk pernikahan dan pemakaman, menyebabkan kebencian yang mendalam dari masyarakat. Warga Tionghoa, terutama, merasa tertekan karena sering kali diperas untuk membayar pajak kepala dan kuku, dengan ancaman denda atau penjara jika menolak.
Ketika Qiu meninggal pada 1721, tidak seorang pun bersedia mengangkat petinya ke pemakaman. Keluarganya terpaksa menyewa warga lokal untuk memakamkan Qiu, meninggalkan kenangan pahit dari kebijakan perpajakan yang menyengsarakan yang tetap membekas di ingatan rakyat. Meskipun telah terkubur, kisah ini menunjukkan bagaimana masa lalu dapat memberikan pelajaran berharga bagi generasi sekarang. CNBC Insight, dengan ulasan sejarahnya, membawa nilai-nilai kehidupan dari masa lampau yang relevan hingga saat ini.





