Harta Karun Terbesar RI: Penemuan Mengejutkan Orang Asing

by -201 Views

Pada rubrik CNBC Insight, disajikan ulasan sejarah yang menjelaskan kondisi saat ini melalui relevansi dengan masa lalu. Dalam teori evolusi, manusia modern tidak muncul secara instan, melainkan melalui proses perubahan dari manusia purba hingga bentuk yang kita kenal sekarang. Dalam proses evolusi ini, terdapat mata rantai yang hilang yang disebut missing link, memicu para ilmuwan dunia untuk melakukan pencarian yang bisa mengubah pemahaman evolusi manusia. Eugène Dubois, seorang dokter anatomi dari Universitas Amsterdam, Belanda, berhenti dari pekerjaannya untuk mencari harta karun berupa tulang-belulang manusia purba.

Dubois, dengan satu petunjuk tentang tempat hunian manusia purba di daerah tropis, berangkat ke Hindia Belanda (kini Indonesia) pada 1887. Dia kemudian menemukan fosil Homo sapiens berusia 63 ribu-73 ribu tahun di Sumatra Barat. Pada 1890, Dubois memindahkan risetnya ke Jawa setelah mendengar penemuan tengkorak manusia purba di Tulungagung oleh B.D. van Rietschoten. Setelah melakukan penggalian di berbagai tempat di Jawa, termasuk Campurdarat, Kedungbrubus, dan Trinil, Dubois menemukan fragmen tengkorak, tulang paha, dan bagian rangka lainnya pada tahun 1891.

Temuan ini membuat Dubois yakin menemukan missing link yang dicari dunia, dinamai Pithecanthropus erectus atau Homo erectus. Dia kemudian mempublikasikan temuannya dan membawa spesimen tersebut kembali ke Belanda. Akhirnya, pada penghujung September 2025, pemerintah Indonesia menerima kembali 28.000 artefak fosil temuan Dubois dari Belanda. Proses repatriasi ini diharapkan dapat mempersatukan sejarah yang hilang dan menunjukkan ke dunia bahwa Indonesia memiliki peradaban yang tua. Etapi kepulangan koleksi Dubois tersebut dimaksudkan untuk memunculkan pusat data dan riset di Indonesia sebagai pusat narasi kebudayaan.

Source link