Francesco Bagnaia, pembalap Ducati MotoGP, telah menyuarakan ketidaksetujuannya terhadap keputusan untuk merilis film dokumenter pendek yang memperingati 10 tahun perselisihan antara Valentino Rossi dan Marc Marquez. Dalam acara yang berlangsung di Sirkuit Sepang pada tahun 2015, perseteruan antara kedua pembalap mencapai puncaknya. Rossi menuduh Marquez membantu Lorenzo, rekan setimnya, untuk mengalahkannya dalam perlombaan GP Malaysia. Insiden berujung pada Marquez terjatuh setelah bersenggolan dengan Rossi, yang kemudian diberi tiga poin penalti dan harus start dari posisi terakhir di balapan terakhir di Valencia. Kejadian itu tidak hanya memengaruhi hasil balapan, tetapi juga memecah penggemar menjadi Rossista dan Marquista.
Dalam mengomentari rilis film dokumenter tersebut, Bagnaia menyatakan ketidaksetujuannya terhadap keputusan tersebut. Dia berpendapat bahwa para pembalap memiliki kepekaan yang lebih tinggi ketika menyusun jadwal balapan setelah insiden traumatis, seperti yang terjadi pada GP Malaysia baru-baru ini. Selain itu, Bagnaia juga merasa tidak nyaman dengan waktu perilisan film dokumenter tersebut yang bertepatan dengan hari peringatan kematian Marco Simoncelli, mantan pembalap yang meninggal dalam kecelakaan di Sepang pada 23 Oktober 2011. Hal ini mendapat tanggapan negatif dari Bagnaia mengenai pemilihan materi dan eksekusi film tersebut.
Meskipun film tersebut mencoba mengulas kembali peristiwa yang memicu perseteruan di antara Rossi dan Marquez, Bagnaia menunjukkan ketidaknyamanannya terhadap cara penggunaan rekaman tersebut. Dia menegaskan bahwa tidak hanya dia, tetapi beberapa pembalap lain juga merasa tidak terlibat dan tidak setuju dengan rilis film dokumenter tersebut. Dengan demikian, Bagnaia menyoroti pentingnya kepekaan dan kebijaksanaan dalam menghadirkan konten yang sensitif dan menghormati pembalap serta peristiwa bersejarah dalam sejarah MotoGP.





