Usaha tekstil ramah lingkungan semakin berkembang di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satunya adalah Qaniacraft Ecoprint, yang dimiliki oleh Aminah Tri Astuti di Kranggan Permai, Bekasi. Aminah mengusung konsep sustainable fashion dengan mengolah kain menggunakan motif alami dari dedaunan dan pewarna nabati. Ide usaha ini bermula dari kegiatan sederhana saat Aminah tanpa sengaja menemukan teknik ecoprint ketika membantu anaknya dengan tugas sekolah. Meskipun menghadapi kegagalan awal, Aminah semakin tertarik dan memanfaatkan waktu selama pandemi untuk mendalami teknik ecoprint melalui workshop daring dan komunitas pengrajin. Qaniacraft Ecoprint menggunakan teknik pewarnaan alami secara manual dengan proses yang memerlukan waktu dan ketelatenan. Proses produksinya mencakup tahap seperti scouring, mordan, pounding, dan steam untuk menghasilkan produk berbahan kain alami yang unik. Selain mengembangkan usahanya, Aminah juga mendirikan Bekasi Ecoprint Club, sebuah komunitas dari 13 brand ecoprint yang saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Dalam rangka pengembangan usaha, Aminah bergabung dengan Rumah BUMN BRI Jakarta pada 2025 untuk mengikuti program pelatihan dan inkubasi bisnis. Melalui program BRIncubator, Aminah memperoleh pengetahuan lebih dalam tentang strategi pemasaran dan pengembangan produk. Dukungan Rumah BUMN BRI dalam bentuk program BRIncubator dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pelaku UMKM sehingga mampu bersaing dalam pasar ekspor. Total 54 Rumah BUMN BRI telah terbentuk di berbagai wilayah di Indonesia dan telah menyelenggarakan 17 ribu pelatihan untuk mendukung perkembangan UMKM. Melalui literasi, digitalisasi, dan akses yang lebih mudah, UMKM didorong untuk memperkuat daya saing dan menciptakan nilai tambah di pasar.
Sukses UMKM Tekstil Bekasi Berkembang Bersama BRI





