Hari terakhir WRC Jepang diprediksi akan menjadi tantangan besar dengan adanya perkiraan hujan lebat, menurut Elfyn Evans, pemimpin Kejuaraan Reli Dunia. Dalam sebuah kompetisi di mana pereli hanya memiliki pengalaman terbatas dalam mengendarai mobil dengan ban basah, situasi ini akan meningkatkan tingkat kesulitan. Dengan hanya 6,5 poin di belakang rekan setimnya, Sebastien Ogier, Evans dan Ogier sama-sama berharap menambah poin sebanyak mungkin untuk menuju ke putaran final di WRC Arab Saudi. Namun, mereka harus siap menghadapi kondisi jalanan aspal basah yang rumit di Jepang, dengan Evans merasa bahwa hujan berpotensi menciptakan situasi di mana segala sesuatu bisa terjadi.
Evans mengungkapkan bahwa bersamaan dengan hujan, pereli harus menjelajahi penggunaan mobil dan ban saat kondisi aspal basah untuk melakukan yang terbaik di reli. Sementara itu, bagi Ogier, perbedaan poin dengan Evans memberikan tekanan ekstra untuk meraih kemenangan dan poin tambahan yang ditawarkan dalam hari penting tersebut. Cuaca bisa menjadi faktor keuntungan bagi Kalle Rovanpera, yang saat ini tertinggal 13 poin dari Evans. Meskipun mengalami kerusakan pada mobilnya, Rovanpera bersemangat untuk mengejar poin dan meraih gelar, meskipun harus menghadapi tantangan hujan yang sulit.
Momen penting dalam perebutan gelar akan menjadi hari Minggu di WRC Jepang, dengan kondisi hujan menjadi faktor penentu dalam performa pereli. Semua pereli harus siap menghadapi tantangan jalanan basah Jepang dan menjelajahi kemungkinan strategi dan penggunaan ban basah dalam rangka meraih hasil terbaik. Dengan perebutan gelar yang semakin ketat, para pereli harus fokus dan siap menghadapi segala kondisi untuk meraih posisi terbaik dalam kejuaraan ini.





