Para pejabat tinggi di dalam kementerian dan lembaga sering kali harus turun langsung untuk membongkar masalah struktural dengan melakukan inspeksi mendadak atau penyamaran. Salah satu contoh yang baru-baru ini diperlihatkan kepada publik adalah aksi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang aktif melakukan sidak ke berbagai instansi di bawah wewenangnya. Namun, langkah seperti ini bukanlah sesuatu yang baru. Pada era 1970-an, Indonesia pernah memiliki seorang Menteri Keuangan, J.B. Sumarlin, yang melakukan aksi penyamaran yang fenomenal dengan membongkar kasus besar.
Sumarlin, yang pada saat itu menjabat sebagai Menteri Penertiban Aparatur Negara (Menpan), sering menerima laporan dari masyarakat mengenai pungutan liar dan korupsi di berbagai instansi. Untuk menyelidiki keluhan-keluhan tersebut, Sumarlin memutuskan untuk menyamar sebagai pegawai baru dengan nama Ahmad Sidik. Dengan bantuan beberapa koleganya, Sumarlin berhasil membongkar kasus pungli di beberapa instansi pemerintah, termasuk di kantor pajak dan kantor imigrasi.
Aksi Sumarlin dalam membongkar kasus-kasus korupsi ini membuatnya dikenal sebagai salah satu pejabat yang berani menuntaskan praktik korupsi dan pungutan liar yang telah mengakar di masa itu. Operasi-operasi penyamaran yang dilakukannya pada era 1970-an menjadi bukti nyata keberaniannya dalam memberantas penyelewengan di lembaga-lembaga pemerintah. Dengan prestasinya tersebut, Sumarlin bahkan meraih penghargaan sebagai Menteri Keuangan Terbaik Asia pada tahun 1989, yang menunjukkan dedikasinya dalam memberantas korupsi demi kemajuan negara.





