Pohon Dibalik Kebijakan Penanaman Kembali di RI

by -124 Views

Pohon kelapa sawit di Indonesia terus berkembang, namun dampaknya terhadap deforestasi semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan riset “What causes deforestation in Indonesia?” (2019), perkebunan kelapa sawit menjadi faktor utama dari deforestasi dalam rentang waktu 2001-2016. Data menunjukkan bahwa deforestasi terbesar terjadi di Sumatra dan Kalimantan, dengan Sumatra mencapai 40% deforestasi dan Kalimantan sebesar 40%.

Akibat dari deforestasi tersebut, bencana ekologis semakin meluas. Hilangnya tutupan hutan tidak hanya meningkatkan suhu atmosfer tapi juga membuat lahan menjadi rawan banjir akibat ketiadaan hutan yang mampu menyerap air hujan. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol, telah menyoroti pembukaan kebun sawit baru yang menyebabkan kayu gelondongan tersebar usai banjir di Sumatra.

Permintaan minyak kelapa sawit yang tinggi telah mendorong ekspansi pembukaan kebun sawit. Meskipun di masa lalu tanaman ini dianggap sepele, kini minyak kelapa sawit menjadi komoditas bernilai tinggi. Dengan penanaman pertama dilakukan pada tahun 1911 di Indonesia, minyak sawit mulai diekspor ke luar negeri dan industri sawit berkembang pesat.

Sejarah industri sawit di Indonesia terus berputar. Pada tahun 1924, lahan sawit di Sumatra sudah mencapai 20.000 hektare, meningkat drastis dibanding sebelumnya. Meskipun sawit pernah menjadi tanaman utama saat pendudukan Jepang, industri sawit kembali bangkit pada era kemerdekaan dan mencapai puncaknya pada tahun 1970-an.

Source link