Ben Sulayem terpilih kembali sebagai presiden FIA dalam pemilihan yang kontroversial di Tashkent, Uzbekistan. Dalam kemenangan pada tahun 2025, ia maju tanpa lawan setelah sebelumnya meraih 61,62 persen suara pada pemilihan sebelumnya. Dalam pidato terimanya, Ben Sulayem menyatakan terima kasih kepada anggota FIA atas dukungan mereka. Meskipun sebelumnya ada tiga penantang lainnya, namun tak satupun yang memenuhi semua persyaratan untuk mencalonkan diri. Proses pemilihan ini menuai kritik dari beberapa pihak, terutama yang menganggapnya tidak demokratis. Meskipun terdapat kemungkinan pembatalan proses pemilihan, FIA menyatakan kembali terpilihnya Ben Sulayem sebagai presiden. Dengan kembali terpilihnya Ben Sulayem, ia mengukuhkan posisinya sebagai presiden yang akan memimpin FIA selama empat tahun ke depan.
Mohammed Ben Sulayem Kembali Sebagai Presiden FIA





