Pada tahun 1973, penculikan John Paul Getty III terjadi sebagai salah satu tragedi kelam bagi keluarga terkaya di dunia. Meskipun berasal dari keluarga dengan kekayaan miliaran dolar, Getty III diculik oleh kelompok kriminal Italia, ‘Ndrangheta. Pada saat itu, keluarganya awalnya meragukan keaslian penculikan tersebut, namun setelah menerima telepon anonim yang menuntut tebusan, kecurigaan itu sirna. Sang kakek, J. Paul Getty, menolak membayar tebusan dengan alasan khawatir akan mendorong penculikan lain di masa depan.
Akibat penolakan itu, negosiasi buntu dan Getty III ditahan selama berbulan-bulan di Italia selatan. Tindakan ekstrem dilakukan oleh para penculik untuk menekan keluarga, termasuk mengirim sepotong telinga manusia kepada surat kabar setempat dengan ancaman lebih lanjut. Setelah hampir 6 bulan diculik, Getty III akhirnya ditemukan dalam kondisi kritis. Meski selamat, trauma penculikan tersebut berdampak besar pada hidupnya. Ia terjerumus dalam kecanduan narkoba dan menderita stroke beberapa tahun setelahnya sebelum meninggal dunia pada tahun 2011.
Kejadian ini menunjukkan bahwa kekayaan dan ketenaran tidak selalu melindungi seseorang dari ancaman kejahatan. Meskipun berasal dari keluarga terpandang, Getty III mengalami nasib tragis akibat penculikan yang mengejutkan dunia. Kehidupan penuh misteri dan drama keluarga Getty menjadi cerminan bahwa uang dan kekayaan bukan segalanya dalam menjaga keamanan anggota keluarga.
