Ducati merayakan prestasi gemilang mereka di musim sebelumnya dengan pelaksanaan acara ‘Campioni in Festa’ di Borgo Panigale. Marc Marquez berperan penting dalam meraih gelar juara pembalap keempat secara berturut-turut, serta gelar konstruktor. Namun, dengan berakhirnya siklus regulasi MotoGP dan rencana perombakan besar pada tahun 2027, Ducati harus bersiap menghadapi perubahan besar.
Desmosedici GP tetap menjadi sorotan setelah meraih 17 kemenangan pada 2025, namun peraturan baru mencakup peralihan ke mesin 850 cc, pengurangan aerodinamis, larangan penggunaan perangkat penurun ketinggian, dan penggantian ban Michelin dengan Pirelli. CEO Ducati, Claudio Domenicali, menyatakan bahwa tim sedang bekerja keras untuk memastikan kesuksesan mereka tetap berlanjut dengan aturan baru yang diberlakukan.
Selain itu, persiapkan diri untuk pasar pembalap yang hangat pada 2027, di mana kontrak para pembalap utama akan berakhir. Marc Marquez, yang memiliki nilai lebih sebagai pembalap, menjadi salah satu fokus perhatian. Domenicali menegaskan perlunya evaluasi bagi para pembalap seperti Marquez dan Francesco Bagnaia, yang kontraknya akan berakhir.
Meskipun demikian, Ducati tetap mempertahankan filosofi mereka dalam mendukung pembalap muda seperti Fermin Aldeguer, tanpa meninggalkan kepentingan pembalap utama. Meskipun fokus utama masih pada pembalap nomor 93, namun tim terbuka untuk memberi peluang pada pembalap muda untuk berkembang. Dengan pandangannya yang terus maju, Ducati berharap dapat mempertahankan dominasi mereka di MotoGP dalam menghadapi perubahan mendatang.





