Pembalap Wanita di Grid Formula E: Harapan dalam Dua Tahun

by -115 Views

CEO Formula E, Jeff Dodds, memprediksi bahwa dalam waktu dua tahun ke depan, seorang wanita akan bersaing di grid kejuaraan mobil listrik ini. Hal ini merupakan bagian dari upaya Formula E untuk memberikan kesempatan kepada pembalap wanita untuk menunjukkan bakat mereka di level tertinggi. Sejak balapan perdana Formula E di Beijing E-Prix 2014, dua wanita, Katherine Legge dan Michela Cerruti, telah tampil. Kemudian, Simona de Silvestro menjadi wanita pertama yang meraih poin di kejuaraan ini.

Formula E telah melakukan berbagai langkah konkret untuk memastikan kesetaraan antara pria dan wanita di arena balap. Tes khusus wanita telah diadakan untuk memberikan kesempatan kepada pembalap wanita untuk membuktikan kemampuan mereka. Setelah sukses mengurangi jarak waktu antara pembalap pria dan wanita dalam tes kedua khusus wanita, Dodds optimis bahwa dalam dua tahun ke depan, akan ada seorang wanita yang akan berkompetisi di kejuaraan dunia.

Formula E bersama mitra seperti Google Cloud juga menggunakan teknologi AI untuk mempercepat pembelajaran bagi para pembalap wanita. Dengan berakhirnya era Gen3 Evo, Formula E kini mempersiapkan mobil Gen4 yang lebih cepat untuk musim 13 mendatang. Mobil ini dirancang dengan fitur power steering, sebagai langkah untuk membuat desain mobil balap lebih inklusif.

Dengan semua upaya yang dilakukan, Formula E terus berkomitmen untuk memberikan kesempatan kepada para pembalap wanita untuk membuktikan diri mereka dan membuktikan bahwa pria dan wanita dapat bersaing secara setara dalam olahraga ini. Mereka membuat langkah konkret untuk menghilangkan hambatan-hambatan yang mungkin ada, dengan harapan menciptakan lapangan balap yang lebih inklusif dan merata bagi semua pembalap, tanpa memandang gender.

Source link