Di Giannantonio Keluhkan 22 Seri MotoGP: Apakah Terlalu Banyak?

by -112 Views

Saat ini, Fabio di Giannantonio mengungkapkan kekhawatirannya terkait jadwal MotoGP yang terlalu padat dengan 22 persinggahan. Hal ini berarti para pembalap harus bertarung dalam 44 balapan, termasuk sprint race, sepanjang musim 2025. Menyusul penobatan Marc Marquez di MotoGP Jepang dan kecelakaannya di Indonesia, momentum kejuaraan sempat meredup, menghasilkan hasil akhir yang kurang memuaskan.

Di Giannantonio dan Johann Zarco sepakat bahwa jadwal yang padat ini membawa beban fisik yang besar bagi para pembalap. Mereka merasa memiliki waktu yang sangat terbatas untuk fokus pada latihan dan menjaga kebugaran mereka. Zarco menambahkan bahwa para pembalap bahkan harus tetap tajam untuk menghadapi tes di Valencia setelah balapan penutup.

Meskipun demikian, Marco Bezzecchi mengakui bahwa hasil yang baik juga memberikan pandangan yang berbeda terhadap jadwal yang padat tersebut. Dengan kemenangan dalam dua Grand Prix terakhir di Portimao dan Valencia, Bezzecchi merasa bahwa suasana hati dan kinerja yang baik dapat membuat balapan berlangsung lebih cepat.

Dalam hal ekspansi ke pasar baru di Asia, Francesco Bagnaia mendukung langkah MotoGP untuk mengeksplorasi tempat-tempat baru di luar Eropa. Namun, ia berharap agar musim 2025 dapat berakhir lebih cepat untuk memberikan sedikit kelonggaran bagi para pembalap. Sementara itu, Pedro Acosta menyoroti konsekuensi yang lebih besar dari cedera yang sekarang dihadapi para pembalap, terutama dengan jadwal balapan yang bertambah padat. Namun, secara umum, para pembalap tampaknya mampu menyesuaikan diri dengan tekanan jadwal yang semakin padat tersebut.

Source link