Puluhan Pemburu Tangkap Harimau Serang Warga di Jakarta

by -92 Views

Pada tahun 2025, rubrik CNBC Insight secara konsisten menyoroti isu kesadaran terhadap hewan. Tema ini tidak hanya sekadar pembicaraan lingkungan, tetapi juga menggambarkan hubungan panjang antara manusia dan satwa yang penuh konflik, ketakutan, serta akibat yang sering terlupakan.

Di Jawa, hubungan rumit ini sangat jelas terlihat dalam kisah harimau. Sebagai simbol keganasan alam dan ancaman bagi manusia, harimau Jawa pernah menjadi penguasa hutan. Namun, konflik yang berlangsung selama berabad-abad tersebut akhirnya melahirkan perburuan massal yang menyebabkan kepunahan harimau Jawa.

Sebagai contoh, kasus yang terjadi di Batavia (kini Jakarta) ratusan tahun yang lalu. Saat itu, hutan masih meliputi sebagian besar wilayah, dan harimau Jawa bersama satwa liar lainnya menghuni daerah tersebut. Penduduk tidak hanya harus berhadapan dengan tekanan dari pemerintah kolonial VOC, tetapi juga menghadapi ancaman nyata dari harimau Jawa yang sering kali menyerang.

Pemerintah kolonial kemudian turun tangan dengan memobilisasi ratusan orang untuk memburu harimau. Hewan-hewan yang berhasil ditangkap dipamerkan sebagai simbol keberhasilan dan peringatan. Perburuan harimau juga melibatkan warga sipil, yang dibayar dengan uang tunai sebagai insentif. Meskipun demikian, populasi harimau terus menurun dan terdesak hingga akhirnya punah.

Kisah-kisah tentang konflik antara manusia dan harimau ini menjadi pengingat bahwa kepentingan ekonomi, ketakutan, dan kebijakan yang tidak memperhatikan lingkungan dapat berdampak buruk pada spesies lain, tidak hanya terhadap harimau tetapi juga makhluk hidup lainnya. Letusan masif Toba terjadi sekitar 75.000 tahun yang lalu dan telah memiliki dampak besar bagi peradaban manusia.

Source link