Pabrikan mobil Audi akan memasuki dunia Formula 1 untuk pertama kalinya pada tahun 2024 setelah mengakuisisi tim Sauber. Sejak 1997, Sauber telah menggunakan mesin dari Ferrari, kecuali selama periode BMW dari 2006 hingga 2009. Namun, Audi akan membawa mesin buatannya sendiri ke dalam persaingan F1. Keputusan ini diambil saat F1 memperkenalkan peraturan mesin yang baru, dengan fokus yang lebih besar pada tenaga listrik. Dengan pengalaman Audi dalam sistem tenaga hibrida dan listrik dari ajang WEC, Formula E, dan rally-raid, pabrikan ini berharap dapat memanfaatkan pengetahuannya secara maksimal dalam balapan F1.
Pada tanggal 7 Januari 2026, tim Audi F1 mengumumkan bahwa mesin barunya telah dijalankan di mobil F1 2026. Proses ini berlangsung di markas Hinwil, salah satu dari tiga pabrik utama Audi yang terlibat dalam proyek F1. Audi juga memiliki divisi powertrain di Neuberg, Jerman, dan Pusat Teknis di Bicester, Inggris. Mattia Binotto, kepala proyek Audi F1, menyebut pengujian mesin ini sebagai awal yang baru dan hasil kerja keras tim Audi.
Seiring dengan berjalannya pengembangan mesin, Audi juga merilis konsep livery tim F1 mereka yang diberi nama RS26. Prinsipal tim, Jonathan Wheatley, menekankan bahwa uji coba mesin yang sukses adalah tonggak penting dalam persiapan tim untuk musim F1 yang akan datang. Sebelum mengikuti Grand Prix Australia, Audi akan meluncurkan mobil F1 mereka di Berlin pada 20 Januari dan melakukan uji coba pramusim di Barcelona dan Bahrain. Dengan semangat dan kolaborasi yang tinggi, tim Audi siap bersaing di arena balap F1 dalam rangka membangun fondasi yang kuat.





