Strategi Parkir Air: Solusi Banjir Jakarta Terkini

by -81 Views

Banjir di Jakarta merupakan masalah yang sudah lama belum terselesaikan. Memiliki sejarah panjang, banjir besar pertama kali terjadi di Jakarta (kala itu Batavia) pada tahun 1621. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi banjir oleh setiap penguasa Jakarta, namun tidak pernah mencapai hasil yang maksimal. Setiap kali hujan turun, banjir kembali menghampiri ibu kota.

Suatu saat, muncul seorang tokoh penting yang berperan sukses dalam mengatasi banjir di Jakarta. Dia adalah seorang insinyur Belanda bernama Hendrik van Breen. Van Breen lahir di Amsterdam pada tanggal 28 Mei 1881 dan menempuh pendidikan teknik sipil sebelum akhirnya bergabung dengan Dinas Pekerjaan Umum pemerintah kolonial Hindia Belanda.

Pertama kali ditugaskan di Jember, van Breen kemudian dipercaya menjabat sebagai Kepala Kantor Pengairan Batavia pada tahun 1911. Tugas utamanya adalah mengendalikan banjir di wilayah itu. Sejarawan Restu Gunawan dalam Gagalnya Sistem Kanal: Pengendalian Banjir Jakarta Dari Masa ke Masa, mengungkap bahwa van Breen menyadari pentingnya mengendalikan air dari Sungai Ciliwung yang bermuara di Bogor untuk mengatasi banjir di Jakarta.

Dari pemikiran tersebut, ide pembangunan Bendung Katulampa sebagai pembendung utama untuk mengontrol debit air pun muncul. Mulanya bendungan ini bersifat sementara, tetapi kemudian pada tanggal 10 April 1911, proposal pembangunan bendungan permanen disetujui dengan anggaran yang cukup besar. Secara perlahan, banjir di Jakarta yang disebabkan oleh air dari Bogor bisa teratasi.

Namun, banjir besar kembali melanda Jakarta tujuh tahun kemudian akibat hujan deras selama dua bulan. Pemerintah kolonial pun terpaksa mengambil langkah serius dengan mempercepat pembangunan kanal banjir. Van Breen menggarisbawahi pentingnya pengalihan volume air dari hulu ke pinggiran sebelum air tersebut bermuara ke laut, sebagai cara menghindari banjir lokal.

Oleh karena itu, dia merancang dan membangun Banjir Kanal Barat dan proyek-proyek lain seperti Pintu Air Manggarai, Pintu Air Matraman, normalisasi Kali Sunter, dan saluran Kali Cideng. Meskipun banjir di Jakarta sempat berhasil dikendalikan berkat upaya van Breen, namun dengan pertumbuhan kota yang pesat, banjir kembali menjadi masalah yang sulit diatasi. Meski begitu, infrastruktur yang ditinggalkan oleh van Breen tetap menjadi tulang punggung pengendalian banjir di Jakarta hingga saat ini.

Source link