Anak Pejabat Menolak Jual Nama Ortu: Dampak Hidup Melarat

by -73 Views

Soesalit, anak dari Raden Mas Adipati Ario Djojadiningrat dan R.A Kartini, memilih gaya hidup yang jauh berbeda dari kebanyakan anak pejabat. Meskipun lahir dari keluarga berpengaruh, Soesalit tidak ingin memanfaatkan nama besar kedua orang tuanya untuk meraih kesuksesan. Sebagai gantinya, ia memilih masuk tentara pada tahun 1943 dan bergabung dengan PETA. Kariernya semakin moncer setelah keterlibatannya dalam beberapa pertempuran melawan Belanda dan akhirnya diangkat sebagai Panglima Divisi II Diponegoro pada 1946.

Meskipun jarang diketahui publik, Soesalit adalah putra dari R.A Kartini yang terkenal. Dia memilih untuk tidak mengumbar nama besar ibunya, meskipun kisah dan inspirasi Kartini terus diceritakan dari generasi ke generasi. Bahkan Jenderal Nasution menjadi saksi dari prinsip Soesalit untuk tidak memanfaatkan hubungannya dengan Kartini untuk keuntungan pribadi. Sebagai veteran, Soesalit memilih untuk hidup sederhana dan tidak meminta hak-haknya.

Kisah hidup Soesalit menjadi bagian dari rubrik CNBC Insight yang memberikan pemahaman sejarah dan relevansinya dengan kondisi masa kini. Meskipun tutup usia pada tahun 1962, pilihan hidupnya tetap menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk menjaga integritas dan kesederhanaan, serta tidak memanfaatkan status keluarga untuk kepentingan pribadi.

Source link