Ducati merayakan tahun 2026 sebagai tahun bersejarah karena memperingati abad pertamanya sebagai pabrikan Italia yang memulai produksi dengan komponen radio. Sebagai penguasa kecepatan di dunia balap motor, Ducati memutuskan untuk sedikit merombak desain livery DesmosediciGP-nya untuk GP26 dengan memunculkan livery baru ‘Rosso Centenario’ yang lebih gelap. Pabrikan Bologna ini juga menghadirkan kembali warna putih yang dominan pada masa Casey Stoner meraih gelar juara pertamanya bagi Ducati pada 2007.
Dua garis aerodinamis di motor DesmosediciGP-26 menambah sentuhan stylistic yang mengesankan. Dengan pembalap tetap sama seperti tahun sebelumnya, Marc Marquez dan Francesco Bagnaia, Ducati berharap dapat mempertahankan dominasinya di MotoGP dan meraih gelar keenamnya. Ambisi Marquez untuk mengumpulkan 10 gelar juara dan mencapai delapan gelar pada usia 33 tahun menjadi sorotan utama.
Di tengah perubahan peraturan MotoGP yang akan terjadi pada 2027, Ducati meluncurkan DesmosediciGP26 di resor ski Trentino-Alto Adigio dengan kehadiran mesin 1000 cc terakhir. Kepemimpinan Borgo Panigale dalam teknologi aerodinamika dan pengaruh Gigi Dall’Igna turut memperkuat dominasi Ducati. Tantangan berikutnya adalah menghadapi era baru dengan prototipe 850 cc dan aerodinamika yang lebih minim.
Sementara itu, tahun 2026 menjadi penentu bagi Ducati juga dalam aspek rekrutmen pembalap di tengah situasi ekonomi yang tidak pasti. Francesco Bagnaia yang memasuki musim kedelapan di MotoGP berkali-kali berusaha membuktikan kemampuannya, terutama setelah kehilangan gelar pada musim sebelumnya. Keputusan pembalap mana yang akan terus bersama Ducati untuk musim 2027 pun menjadi sorotan sebelum musim dimulai.





