Seiring musim baru Formula 1 yang semakin dekat, Helmut Marko menjadi salah satu suara paling berwibawa dalam menggambarkan apa yang mungkin terjadi di lintasan. Marko, yang baru saja meninggalkan Red Bull Racing, telah mengamati perkembangan RB22 dan mesin baru dari Red Bull Powertrains bekerja sama dengan Ford Racing. Dengan pengalaman dua dekade di paddock, Marko memberikan pandangan yang matang terkait tes di Sakhir dan balapan awal musim baru.
Menurut Marko, peraturan baru membuat semua tim semakin merapatkan jaraknya satu sama lain. Namun, ia mengkhawatirkan bahwa perbedaan performa akan meningkat secara eksponensial, terutama dengan kemajuan Mercedes dalam pengembangan mesin. Marko meyakini bahwa sasis dengan sayap fleksibel dan kinerja baterai akan menjadi faktor kunci dalam jarak antara mobil balap di masa depan.
Dengan skenario tersebut, Marko memperkirakan jarak antara mobil balap bisa mencapai beberapa detik, mengharapkan respons dari FIA. Namun, ia mempertimbangkan bahwa perubahan regulasi memerlukan waktu yang cukup panjang untuk diimplementasikan. Dengan demikian, prediksi Marko terhadap perkembangan Formula 1 di masa depan memperlihatkan kompleksitas dan tantangan yang harus dihadapi oleh tim dan pengelola balap.
