Pangeran Thailand Terusir ke Bandung: Kisah Perubahan Hidupnya

by -104 Views

Pangeran Siam Paribatra Sukhumbandu perjalanan hidupnya mengalami perubahan drastis dari kehidupan mewah di istana Raja menjadi rakyat jelata di Bandung. Negerinya Thailand mengalami gejolak politik besar yang mengakhiri dominasi monarki absolut dan mengubah nasibnya. Sebagai putra Raja Chulalongkorn atau Rama V, Paribatra tumbuh dalam lingkaran elite kerajaan, memegang beberapa jabatan strategis di pemerintahan. Namun, setelah kudeta pada 24 Juni 1932, semua kekuasaan dan privilege tersebut runtuh. Paribatra harus meninggalkan istana dan kehilangan tempat berpijak di Tanah Airnya.

Setelah kudeta, Paribatra memilih Hindia Belanda sebagai tempat pelarian. Ia tiba di Batavia sebelum menetap di Bandung, memilih kota tersebut karena cocok dengan suasana pensiunan yang ia inginkan. Di Bandung, Paribatra dihormati meskipun dianggap pesakitan di Thailand. Para pejabat Belanda memberikan tiga rumah besar untuk hunian Paribatra, dan dia memanfaatkannya untuk menyalurkan kegemarannya menjadi tukang kebun dan menciptakan taman indah berbunga.

Selain berkebun, Paribatra juga gemar berwisata ke berbagai wilayah di Indonesia, seperti Jawa, Sumatera, dan Bali. Selama tahun 1933-1938, ia sering berkunjung ke berbagai kota dan menginap di hotel. Meskipun hidupnya berakhir pada 1944 di Bandung, jenazahnya dikremasi di Istana Raja, Bangkok pada 1948. Perjalanan hidupnya dari kehidupan istana hingga jadi tukang kebun di Bandung menjadi kisah menarik tentang perubahan nasib dan adaptasi dalam menghadapi gejolak politik.

Source link