Romain Grosjean mengejar balapan di F1 GP Jepang 2012 setelah kecelakaan beruntun di Spa-Francorchamps. Namun, balapan tidak berjalan mulus baginya, dan Mark Webber juga mengalami kesulitan. Webber bahkan marah karena insiden dengan Grosjean, menyebutnya sebagai “orang gila di lap pertama” dan menyarankan agar dia diskors. Insinyur balap Grosjean pada saat itu, Ayao Komatsu, mengaku kesulitan menangani tekanan dari Grosjean. Meskipun demikian, Grosjean terus berjuang, bahkan berkonsultasi dengan psikolog olahraga untuk meningkatkan kinerjanya. Meskipun belum meraih kemenangan, Grosjean telah meraih 10 podium sepanjang kariernya. Penyesalan Komatsu adalah tidak bisa membantu Grosjean dengan cara yang lebih efektif saat itu. Grosjean sendiri menyatakan bahwa mereka tumbuh bersama dan tidak menginginkan situasi berbeda. Meski begitu, mereka terus berupaya untuk menjadi lebih baik dalam karier balap mereka.
Insiden Grosjean dan Webber di F1 GP Jepang 2012: Kisah Tersembunyi





