Mitos Kaya Raya Orang China: Alasan Warga RI Sering Salah Paham

by -85 Views

Selama ini, anggapan bahwa semua keturunan China di Indonesia pasti kaya telah menjadi narasi yang melekat di masyarakat. Pandangan ini sering dikaitkan dengan reputasi kerja keras dan gaya hidup hemat. Namun, sejarah membuktikan bahwa pandangan ini bukanlah fakta alamiah, tetapi lebih merupakan hasil dari kebijakan kolonial yang sudah terjadi berabad-abad yang lalu.

Secara terminologi, Wijkenstelsel adalah aturan yang diterapkan pemerintah kolonial yang mengelompokkan penduduk berdasarkan etnis dan golongan dalam wilayah tertentu. Di sisi lain, Passenstelsel adalah sistem pembatasan mobilitas di mana seseorang tidak bisa bebas keluar masuk wilayah tanpa surat izin resmi dari penguasa.

Orang China adalah kelompok yang paling terdampak oleh kebijakan ini. Kebijakan tersebut berakar dari pengalaman pahit pemerintah kolonial terhadap konflik antara orang China dan VOC pada tahun 1740 di Batavia. Peristiwa tersebut berujung pada pembantaian ribuan orang China oleh kompeni Belanda.

Menghadapi dampak traumatis ini, VOC mulai memberlakukan kebijakan pengawasan ketat terhadap komunitas China untuk mengontrol dan membatasi pergerakan mereka agar dianggap tak lagi menjadi ancaman. Hal ini berdampak pada pembatasan ruang sosial orang China dan meningkatkan kesulitan mereka dalam berinteraksi dengan masyarakat pribumi.

Namun, isolasi ini secara tak terduga melahirkan dampak positif. Para anggota komunitas China di Pecinan membangun hubungan internal yang kuat, terutama dalam bidang perdagangan. Hal ini kemudian melahirkan pusat-pusat ekonomi baru di perkotaan, membantu memajukan banyak pengusaha besar keturunan China di Indonesia.

Kesuksesan segelintir elite ekonomi ini kemudian membentuk persepsi publik bahwa semua orang China di Indonesia pasti kaya dan eksklusif, padahal realitasnya lebih kompleks. Banyak warga China yang hidup sebagai kelas menengah atau bahkan miskin. Stigma ini terlanjur mengakar dan bertahan hingga saat ini, seiring dengan warisan kebijakan kolonial yang masih memengaruhi pandangan masyarakat terhadap etnis tertentu di Indonesia.

Source link