Rahasia Sukses Bisnis Orang China di RI: Bukan Hanya Ulet

by -89 Views

Orang Tionghoa di Indonesia kerap diidentikkan dengan kesuksesan ekonomi yang didasarkan pada kerja keras dan gaya hidup hemat. Namun, menurut sejarawan Ong Hok Ham, ada faktor lain yang tak kalah penting, yaitu “modal nikah dengan modal.” Konsep ini muncul dari kondisi historis saat kolonial Belanda memaksa orang Tionghoa hidup terisolasi di Pecinan akibat kebijakan Wijkenstelsel dan Passenstelsel. Meskipun terisolasi dari masyarakat pribumi, hubungan internal di antara komunitas Tionghoa menjadi sangat erat.

Mayoritas orang Tionghoa di Pecinan bekerja sebagai pedagang. Di bawah tekanan dan pengawasan ketat, kepercayaan antarindividu menjadi kunci. Mereka saling mengenal baik latar belakang, usaha, dan keuangan satu sama lain. Seiring waktu, kepercayaan ini berkembang menjadi modal sosial berharga yang memperkuat jaringan bisnis di antara mereka.

Menurut Ong Hok Ham, “modal nikah dengan modal” bukan hanya berfungsi sebagai ikatan personal melalui pernikahan, tetapi juga sebagai mekanisme konsolidasi modal. Kepercayaan di antara keluarga menciptakan jaringan bisnis yang kokoh, berkelanjutan, dan minim risiko penipuan. Dari situlah kapitalisme tumbuh subur di Pecinan, menghasilkan pengusaha-pengusaha sukses yang menguasai berbagai sektor ekonomi.

Meskipun kesuksesan ekonomi komunitas Tionghoa di Indonesia seringkali dianggap karena faktor rasial, Ong Hok Ham menegaskan bahwa kesuksesan tersebut sebenarnya lebih terkait dengan jaringan kepercayaan, akses kekuasaan, dan peluang ekonomi yang sama-sama dimiliki individu dalam struktur sosial tertentu. Dengan demikian, konsep “modal nikah dengan modal” membuktikan bahwa keberhasilan ekonomi bukan hanya karena kerja keras dan gaya hidup hemat semata, melainkan juga akibat dari konstruksi sosial dan sejarah.

Source link