Tragedi Gunung Sampah: Longsor Tsunami, 157 Tewas

by -88 Views

TPA Leuwigajah di Cimahi telah menjadi tempat tinggal para pemulung yang mencari bahan daur ulang selama bertahun-tahun. Kegiatan ini dilakukan setiap hari untuk menyambung hidup, namun sedikit yang menyadari bahaya akumulasi gas metana di dalam tumpukan sampah tersebut. Pada 21 Februari 2005, kejadian tragis terjadi di TPA Leuwigajah, di mana ledakan hebat meruntuhkan gunungan sampah setinggi puluhan meter dan menimbun orang-orang yang berada di sekitarnya. Evakuasi selama 15 hari hanya berhasil menemukan 157 jasad, sementara ratusan lainnya hilang.

Tragedi Leuwigajah kemudian menjadi insiden TPA terparah kedua di dunia setelah peristiwa serupa di Filipina. Penyebab longsor tersebut antara lain kapasitas TPA yang telah melampaui batas, material sampah yang tidak dipadatkan, serta sistem penimbunan yang terlalu curam. Di bawah bagian utara TPA, terdapat mata air yang membuat gunungan sampah semakin tidak stabil. Tanda-tanda bahaya seperti retakan tanah, longsor kecil, dan bau gas sebenarnya telah muncul sebelum tragedi terjadi, namun tidak ditanggapi dengan serius.

Pasca-ledakan Leuwigajah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menutup TPA tersebut dan mendorong penerapan teknologi pengolahan sampah yang lebih aman. Kini, bekas TPA Leuwigajah telah direvitalisasi dan Tanggal 21 Februari diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional. Tragedi ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan tata kelola sampah demi keselamatan dan keberlangsungan lingkungan hidup.

Source link