Sahur merupakan momen penting sebelum memulai puasa, dimana pemilihan menu yang tepat dapat membantu menjaga energi tubuh tetap stabil dan mencegah rasa haus berlebihan. Tidak semua jenis makanan cocok dikonsumsi saat sahur, beberapa bahkan dapat memicu lonjakan gula darah dan membuat pencernaan terganggu. Berdasarkan panduan menu sahur sehat dari Johns Hopkins Aramco Healthcare, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi selama bulan Ramadan.
Menu sahur yang dianjurkan terdiri dari karbohidrat kompleks seperti oat, beras merah, dan roti gandum utuh. Jenis karbohidrat ini dicerna lebih lambat sehingga menjaga gula darah tetap stabil dan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama. Selain itu, protein dari telur, ikan, ayam, kacang-kacangan, dan lentil penting untuk menjaga massa otot dan menahan rasa lapar. Sedangkan lemak sehat dari makanan seperti alpukat, minyak zaitun, kacang, dan biji-bijian dapat memberikan energi yang tahan lama.
Produk susu rendah lemak seperti yogurt, susu, dan keju juga disarankan untuk kesehatan usus dan mencegah gangguan pencernaan. Kemudian, konsumsi buah-buahan seperti pisang, apel, jeruk, dan kurma membantu memberikan gula alami untuk energi bertahap serta kandungan serat dan vitamin untuk mendukung hidrasi tubuh. Sayuran seperti mentimun, wortel, dan sayuran hijau juga penting karena kaya akan vitamin, serat, dan kandungan air untuk mencegah dehidrasi.
Untuk menjaga kesehatan selama bulan puasa, beberapa jenis makanan sebaiknya dibatasi saat sahur. Makanan tinggi garam, makanan dan minuman tinggi gula, minuman berkafein, gorengan dan makanan berlemak tinggi, serta makanan ultra-proses sebaiknya dihindari. Membatasi konsumsi makanan-makanan tersebut dapat membantu menjaga energi stabil dan menghindari gangguan kesehatan selama berpuasa. Sehingga, pemilihan menu yang tepat tidak hanya membantu menjaga tubuh tetap bertenaga selama puasa tetapi juga memastikan kesehatan optimal selama bulan Ramadan.
