Sahur berperan penting dalam menjaga energi dan daya tahan tubuh selama berpuasa. Asupan yang dikonsumsi sebelum imsak akan memengaruhi kadar gula darah, hidrasi, hingga konsentrasi sepanjang hari. Karena itu, memilih menu sahur tidak bisa dilakukan sembarangan. Alih-alih memberikan energi tahan lama, beberapa jenis makanan justru dapat membuat tubuh cepat lapar, mudah haus, atau terasa tidak nyaman. Jumat (27/2) berikut enam jenis makanan yang sebaiknya dihindari saat sahur agar puasa tetap optimal.
Makanan tinggi gula dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat, lalu turun drastis dalam waktu singkat. Kondisi ini membuat tubuh cepat merasa lapar dan lemas sebelum waktu berbuka. Beberapa contoh yang sebaiknya dibatasi antara lain sereal sarapan manis, kue dan dessert, serta jus dan minuman bersoda dengan tambahan gula. Mengganti dengan karbohidrat kompleks seperti oatmeal atau roti gandum dapat membantu menjaga energi lebih stabil.
Makanan yang digoreng cenderung berat dan memperlambat proses pencernaan. Konsumsi berlebihan saat sahur dapat menimbulkan rasa kembung, begah, serta meningkatkan risiko asam lambung. Jenis makanan seperti samosa, pakora, kentang goreng, daging goreng, atau saus krim tinggi lemak sebaiknya dikurangi. Pilih metode memasak yang lebih ringan seperti direbus, dikukus, atau dipanggang agar perut terasa lebih nyaman sepanjang hari.
Asupan garam berlebih dapat memicu rasa haus yang lebih cepat saat berpuasa. Garam juga berpengaruh pada keseimbangan cairan tubuh sehingga meningkatkan risiko dehidrasi. Makanan seperti kacang asin, keripik, daging olahan (sosis dan cold cuts), acar, serta makanan kalengan sebaiknya tidak dikonsumsi dalam jumlah banyak saat sahur. Mengontrol asupan garam membantu tubuh mempertahankan cairan lebih lama.
Kafein bersifat diuretik, yang berarti dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Jika dikonsumsi berlebihan saat sahur, tubuh berisiko kehilangan cairan lebih cepat. Minuman seperti kopi, teh hitam pekat, minuman energi, serta soda sebaiknya dikurangi. Jika tetap ingin mengonsumsi kopi atau teh, pastikan tetap diimbangi dengan cukup air putih.
Hidangan pedas dapat memicu iritasi lambung dan meningkatkan produksi asam lambung. Saat berpuasa, kondisi ini bisa menyebabkan rasa perih, mual, atau gangguan pencernaan. Menu seperti kari pedas, saus cabai berlebihan, atau daging dengan bumbu sangat tajam sebaiknya dibatasi agar lambung tetap nyaman selama puasa.
Tidak hanya jenis makanan, pola makan saat sahur juga perlu diperhatikan. Makan terlalu banyak dapat menyebabkan kembung, rasa berat, dan mengantuk. Sebaliknya, melewatkan sahur dapat membuat tubuh cepat lelah dan sulit berkonsentrasi. Sahur idealnya dilakukan dengan porsi cukup dan gizi seimbang agar energi bertahan lebih lama. Agar puasa berjalan lancar, pilih makanan dengan karbohidrat kompleks, serat, dan protein untuk energi berkelanjutan. Pastikan tubuh terhidrasi dengan cukup air dan cairan alami. Hindari makanan olahan tinggi garam dan gula, serta kurangi kafein dan gorengan untuk mencegah dehidrasi. Dengan perencanaan menu yang tepat, sahur dapat membantu menjaga stamina, konsentrasi, dan kenyamanan tubuh selama menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan.
