Holding Perkebunan Nusantara: Mutasikan TBM-3 ke TM-1 Seluas 1.119 Ha 2026

by -65 Views

PTPN IV Regional V memulai tahun 2026 dengan melaksanakan mutasi tanaman kelapa sawit dari Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)-3 menjadi Tanaman Menghasilkan (TM)-1 seluas 1.119 hektare. Langkah ini merupakan strategi untuk memperkuat fondasi produksi dan menunjukkan keberhasilan pengelolaan agronomis pada fase tanaman dari belum menghasilkan menjadi menghasilkan. Sebagai bagian dari entitas usaha di bawah Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PTPN IV Regional V terus berupaya mendorong pengelolaan perkebunan dengan standar teknis dan tata kelola berkelanjutan.

Areal yang dimutasi tersebar di sejumlah unit kebun Regional V, dengan luas masing-masing kebun adalah sebagai berikut: Kebun Gunung Meliau 50 hektare, Kebun Gunung Emas 36 hektare, Kebun Rimba Belian 20 hektare, Kebun Kembayan 124 hektare, Kebun Tabara 546 hektare, Kebun Tajati 20 hektare, Kebun Longkali 207 hektare, dan Kebun Danau Salak 116 hektare. Mutasi dari TBM-3 ke TM-1 menunjukkan bahwa tanaman telah memenuhi standar agronomis untuk memasuki fase menghasilkan, memberikan kontribusi pada peningkatan volume produksi perusahaan. Capaian ini mencerminkan penerapan standar teknis budidaya, pemeliharaan yang efektif, dan pengawasan operasional yang konsisten di seluruh unit kerja.

Kepala Bagian Tanaman PTPN IV Regional V, Harry Sutriadi, mengungkapkan bahwa pada tahun 2026, sebanyak 43% dari total areal TBM seluas 2.602 hektare di Regional V telah memenuhi kriteria teknis untuk menjadi TM-1. Ini menunjukkan efektivitas pengelolaan fase TBM melalui penerapan standar kultur teknis, program pemeliharaan yang tepat, dan pengendalian pertumbuhan vegetatif menuju fase generatif produktif. Penetapan status TM-1 dilakukan setelah penilaian indikator agronomis dan operasional kebun, termasuk populasi tanaman yang berbuah minimal 60%, berat rata-rata Tandan Buah Segar (TBS) > 3 kg per tandan, Angka Kerapatan Panen (AKP) minimal 1:5, kondisi tajuk dan perkembangan generatif normal, pemeliharaan standar TBM terpenuhi, serta infrastruktur panen siap.

Mutasi tanaman dari TBM-3 ke TM-1 di Regional V tidak hanya merupakan langkah teknis agronomis, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Menurut Operation Head I PTPN IV Regional V, Ihsan, mutasi ini mencerminkan kesiapan dalam menopang target kinerja perusahaan ke depan. Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara perencanaan tanam, pemeliharaan yang standar, dan pengendalian operasional yang disiplin. Fase TM-1 menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan produksi berkelanjutan dengan mencerminkan prinsip efisiensi dan tata kelola perkebunan yang baik. Kesuksesan ini juga menunjukkan efektivitas program peremajaan dan pengembangan areal perkebunan demi kelangsungan usaha jangka panjang.

Source link