Kiamat Gegara Iran: BBM Langka, Warga Beralih ke Kayu Bakar

by -153 Views

Sejarah Krisis Minyak Akibat Keputusan Iran Menutup Selat Hormuz pada 2026 telah menjadi sorotan dalam rubrik CNBC Insight. Keputusan tersebut langsung berdampak pada pasar energi global, memicu kekhawatiran lonjakan harga minyak dan ancaman penurunan pasokan. AS sendiri telah mengalami krisis energi pada tahun 1979 sebagai dampak dari kelangkaan bahan bakar yang memaksa warga menggunakan kayu bakar sebagai alternatif energi.

Kembali ke tahun 1973, Iran mengalami perubahan besar dengan jatuhnya monarki Mohammad Reza Pahlavi dan digantikan Republik Islam di bawah pimpinan Ruhollah Khomeini. Revolusi ini menyebabkan gangguan besar dalam sektor energi, dengan produksi minyak Iran menurun drastis dari 5,8 juta barel per hari menjadi hanya 445.000 barel per hari. Harga minyak dunia melonjak hingga US$20 per barel, memicu krisis energi global.

AS juga tidak luput dari krisis, dengan penantian panjang untuk mendapatkan bahan bakar di SPBU dan krisis minyak yang berlangsung selama delapan bulan. Presiden Jimmy Carter menyebut situasi ini sebagai krisis nasional dan mendorong penggunaan energi alternatif. Masyarakat mulai beralih menggunakan kayu bakar dan vendornya mengalami peningkatan penjualan.

Namun, krisis mereda ketika AS mendapat pasokan minyak dari negara lain dan memperoleh sumber daya baru di Alaska. Kejadian ini membuat AS memperkuat cadangan strategis energi dan mengurangi ketergantungannya pada impor minyak. Kini, setiap ketegangan di Selat Hormuz selalu mengingatkan pada ‘kiamat’ minyak di AS tahun 1979, menandai bagaimana krisis energi masa lalu dapat memberikan pelajaran berharga untuk masa depan.

Source link