Iran pernah mengalami kehancuran setelah diserang oleh kekuatan asing lebih dari 2.300 tahun yang lalu. Kejadian ini terjadi saat Iran masih dikenal sebagai Kekaisaran Persia, salah satu imperium terbesar di dunia pada saat itu. Alexander the Great dari Makedonia adalah penakluk muda yang berhasil menumbangkan kekaisaran Persia yang dipimpin oleh Darius III setelah 200 tahun kejayaan Kekaisaran Persia.
Kekaisaran Persia, yang berpusat di Iran saat itu, memiliki wilayah yang sangat luas, meliputi sebagian besar wilayah Timur Tengah dan Asia Tengah. Meskipun memiliki pasukan yang kuat, kekaisaran ini mulai menghadapi masalah internal yang menyebabkan kelemahan.
Alexander melihat kesempatan ini untuk melancarkan ekspansi militer ke wilayah Persia dan membalas konflik lama antara Yunani dan Persia. Pasukan Alexander berhasil menaklukkan persia dalam berbagai pertempuran besar yang menentukan nasib kekaisaran Persia.
Dengan strategi cermat dan keberanian pasukannya, Alexander berhasil mengalahkan pasukan Persia yang jumlahnya jauh lebih besar dalam Battle of Gaugamela pada tahun 331 SM. Setelah kemenangan itu, pasukan Alexander merebut kota-kota penting Persia, termasuk ibukota kekaisaran, Persepolis.
Runtuhnya Persepolis menandai berakhirnya Dinasti Achaemenid yang telah memerintah Persia selama dua abad. Meskipun demikian, Iran terus mengalami perubahan kekuasaan hingga menjadi Republik Islam Iran seperti masa kini. Peristiwa ini menjadi salah satu titik balik dalam sejarah Iran dan mengubah landskap politik dan militer di Timur Tengah.





