Ayatollah Ali Khamenei Puji Presiden RI sebagai Pemersatu Bangsa

by -131 Views

Pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, ternyata mengagumi Presiden pertama RI, Soekarno, sebelum wafat. Kisah kekagumannya terungkap dalam memoar yang menceritakan pengalamannya di penjara pada masa rezim monarki Iran. Dalam memoar berjudul Cell No. 14, Ali Khamenei mengisahkan pengalaman saat ditahan pada 1970-an karena aktivitas melawan pemerintahan Shah Iran, Mohammad Reza Pahlavi.

Selama di penjara, Khamenei berbagi sel dengan seorang pemuda komunis yang tertutup. Meski pemuda tersebut jarang berbicara, Khamenei mengetahui bahwa dia adalah seorang jurnalis yang memiliki keterkaitan dengan Partai Komunis Tudeh. Hubungan keduanya tidak begitu dekat karena pemuda tersebut cenderung menyendiri.

Khamenei melihat pemuda itu dalam kondisi mental tertekan setelah ditangkap dan bahkan jarang makan. Melihat hal tersebut, Khamenei mencoba membantu dengan memberikan makanan, meskipun pemuda tersebut awalnya khawatir bahwa Khamenei akan mengajaknya bergabung dalam organisasi Muslim karena dia tidak mempercayai agama.

Ali Khamenei menenangkan kekhawatiran pemuda tersebut dengan menegaskan bahwa perbedaan keyakinan seharusnya tidak menjadi penghalang bagi orang-orang yang menghadapi kesulitan yang sama. Dia merujuk pada pidato Soekarno dalam Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung tentang persatuan yang tidak didasarkan pada kesamaan agama, sejarah, atau budaya, melainkan pada ‘kesatuan kebutuhan’.

Dengan gagasan persatuan lintas ideologi dan keyakinan ini, Khamenei menunjukkan kekagumannya terhadap Soekarno dan menjelaskan bahwa persatuan seperti itulah yang menghubungkan mereka di penjara. Sikap pemuda komunis mulai berubah menjadi akrab dengan Khamenei setelah mendengar pandangannya.

Setelah bebas dari penjara, aktivisme Khamenei berhasil dan tahun 1979, monarki Iran runtuh dan berubah menjadi Republik Islam Iran. Kisah ini memperlihatkan bagaimana pandangan Soekarno tentang persatuan bisa memberikan inspirasi dalam situasi dan kondisi yang sulit.

Source link