Menhan Israel Mundur: Adu Domba AS dan Negara Arab

by -126 Views

Israel pernah terlibat dalam sebuah operasi intelijen yang mengadu domba Amerika Serikat (AS) dan Mesir pada tahun 1954. Serangkaian ledakan yang terjadi di Mesir, termasuk di Alexandria dan Kairo, menargetkan berbagai fasilitas, seperti kantor pos, stasiun kereta, dan konsulat AS. Aksi tersebut memicu krisis politik di Mesir yang dipimpin oleh Gamal Abdel Nasser. Philip Nathanson, seorang agen intelijen Israel, tertangkap sebagai pelaku utama dalam kasus ini, yang kemudian mengungkap jaringan lebih luas yang terlibat dalam aksi sabotase yang dikenal sebagai Operation Susannah. Operasi rahasia ini diduga bertujuan untuk merusak hubungan antara Mesir dan AS, serta menghasut AS untuk menyerang Mesir.

Menurut Leonard Weiss dalam bukunya, Lavon Affair, operasi ini bertujuan untuk merusak hubungan Mesir-AS dan memicu pertikaian antara kedua negara. Meskipun Israel berharap AS akan menjadi musuh Mesir, upaya ini gagal total dan menyebabkan krisis politik di Israel. Akibat dari skandal ini, Menteri Pertahanan Israel, Pinhas Lavon, mengundurkan diri. Nasser, di sisi lain, marah besar dan menanggapi dengan menasionalisasi Terusan Suez, yang memicu serangan militer oleh Israel, Inggris, dan Prancis.

72 tahun setelah kejadian tersebut, situasi serupa diduga terulang kembali dalam Perang Iran, di mana pemerintah Iran menuduh Israel berada di balik serangan terhadap fasilitas sipil di negara tetangga. Pemerintah Iran mengklaim bahwa Israel terlibat dalam operasi rahasia untuk memicu konflik di wilayah tersebut. Maka, kasus ini menunjukkan bagaimana politik dan intelijen dapat menjadi instrumen yang digunakan negara untuk mencapai tujuan geopolitik mereka.

Source link