Kiat Ekonomi RI: Tangan Kanan Adolf Hitler Dibutuhkan

by -109 Views

Pemerintah Indonesia pernah meminta bantuan seorang ekonom asing, yakni Hjalmar Schacht, yang pernah menjabat sebagai Menteri Ekonomi Jerman pada masa Adolf Hitler, untuk mengatasi masalah ekonomi nasional pada awal 1950-an. Di tengah kondisi ekonomi yang kacau pasca-perang dan kemerdekaan, dengan hiperinflasi, utang yang meningkat, serta produksi yang belum pulih, Schacht dipercaya karena reputasinya yang berhasil mengangkat ekonomi Jerman dari kehancuran.

Schacht, yang bukanlah seorang politisi melainkan seorang teknokrat murni, terkenal karena berhasil memimpin bank sentral Jerman pada masa Republik Weimar dan membawa negara tersebut keluar dari hiperinflasi pada awal 1920-an. Namun, setelah Nazi berkuasa, Schacht dipertahankan oleh Hitler untuk menyelamatkan ekonomi Jerman yang tengah dalam kondisi sulit. Melalui kebijakan pemulihan yang pragmatis dan teknokratis, Schacht berhasil menstabilkan ekonomi Jerman dengan skema pembiayaan inovatif.

Namun, keberhasilan Schacht dalam memulihkan ekonomi Jerman berujung pada keretakan hubungannya dengan Hitler ketika tekanan inflasi muncul. Akhirnya, Schacht dipecat oleh Hitler dari Reichsbank pada tahun 1939. Meski demikian, Schacht tetap diakui sebagai salah satu arsitek di balik kebangkitan ekonomi Jerman. Pasca-Perang Dunia II, meskipun Schacht sempat diadili di Pengadilan Nuremberg, ia dibebaskan dan menjadi konsultan internasional yang dicari oleh banyak negara berkembang, termasuk Indonesia.

Bagi Indonesia, kehadiran Hjalmar Schacht melambangkan harapan dan keahlian yang dapat memberikan arah bagi ekonomi negara yang sedang berjuang untuk keluar dari kekacauan pasca-perang. Schacht menjadi sosok teknokrat yang diharapkan dapat memberikan pengaruh positif dalam membangun ekonomi Indonesia ke depan.

Source link