PM Israel Mengundurkan Diri setelah Terkena Stroke Parah

by -109 Views

Ariel Sharon: Kehidupan dan Karier Seorang Pemimpin Israel

Ariel Sharon, mantan Perdana Menteri Israel, mengalami nasib yang mirip dengan Benjamin Netanyahu dalam isu kesehatan yang memengaruhinya. Sharon, seorang tokoh militer yang menjabat sebagai Perdana Menteri Israel, harus meninggalkan jabatannya setelah mendapat serangan stroke pada tahun 2005. Penyakit yang menimpa Sharon memaksa dirinya untuk fokus pada perawatan intensif dan akhirnya memasuki masa koma yang panjang.

Selama masa hidupnya, Sharon dikenal sebagai figur militer yang kuat dan kontroversial. Di masa mudanya, ia aktif dalam gerakan Zionisme dan terlibat dalam konflik dengan rakyat Palestina. Keberaniannya membawa dia kepada posisi sebagai komandan militer di usia yang cukup muda. Kesuksesannya dalam berbagai konflik besar seperti Perang Arab-Israel 1948, Krisis Suez 1956, Perang Enam Hari 1967, dan Perang Yom Kippur 1973 membuat namanya dikenal di seluruh dunia.

Namun, reputasi Sharon juga dipenuhi dengan kontroversi, terutama terkait dengan operasi-operasi militer yang dipimpinnya yang menyebabkan banyak korban sipil, seperti dalam Pembantaian Qibya 1953 dan Pembantaian Sabra dan Shatila 1982. Karena tindakannya tersebut, Sharon dijuluki sebagai “tukang jagal” oleh dunia internasional.

Setelah pensiun dari karier militernya, Sharon beralih ke dunia politik dan akhirnya terpilih sebagai Perdana Menteri Israel ke-11 pada tahun 2001. Kepemimpinannya ditandai dengan kebijakan keras terhadap wilayah Palestina, termasuk operasi militer dan pembangunan tembok pemisah di Tepi Barat. Meskipun memiliki kekayaan dari pertanian, peternakan, dan properti, karier politik Sharon harus terhenti karena sakit yang mengakibatkan koma berkepanjangan.

Pada 11 Januari 2014, Ariel Sharon meninggal dunia pada usia 85 tahun, meninggalkan jejak sejarah yang kompleks di dunia politik dan militer Israel. Kesuksesan dan kontroversinya selama hidupnya akan tetap menjadi bagian dari sejarah Israel yang tak terlupakan.

Source link