Tangan Kanan Presiden AS Takut Jumpa Presiden RI karena Nyi Roro Kidul

by -116 Views

Pada era 1960-an, hubungan diplomatik antara Indonesia dan Amerika Serikat menghadapi kisah menarik. Marshall Green, seorang tokoh penting Washington di Jakarta, pernah menolak ajakan Presiden Soekarno beberapa kali karena faktor yang tak terduga, yaitu mitos Nyi Roro Kidul, penguasa Laut Selatan. Kisah ini dimulai ketika Soekarno mengajak Green berkunjung ke Pelabuhan Ratu sebagai agenda santai. Namun, Green justru merasa cemas setelah mendengar kabar seorang diplomat asing tewas terseret ombak di lokasi tersebut, yang kemudian dikaitkan dengan mitos larangan memakai pakaian hijau di pantai selatan.

Sejak kejadian tersebut, Green mulai percaya akan hal-hal mistis dan bahkan merasa “dekat” dengan bahaya, hanya karena nama belakangnya berarti hijau. Kekhawatiran ini membuatnya menolak ajakan Soekarno berkunjung ke Pelabuhan Ratu, meski ajakan tersebut datang dari Presiden Indonesia. Sastrawan Pramoedya Ananta Toer menjelaskan bahwa mitos Nyi Roro Kidul muncul sebagai konstruksi budaya pada era Kerajaan Mataram.

Meskipun ada kepercayaan mistis terhadap Nyi Roro Kidul, secara ilmiah, fenomena yang terjadi di pantai selatan Jawa, termasuk Pelabuhan Ratu, disebabkan oleh rip current yang merupakan aliran kuat yang bergerak dari pantai ke laut lepas. Hal ini menunjukkan bahwa ketakutan Green sebenarnya merupakan gabungan antara narasi budaya dan minimnya pemahaman terhadap fenomena alam. Hanya dengan pemahaman yang lebih mendalam, ketakutan akan mitos dan legenda bisa diatasi dengan lebih baik.

Source link