Kebijakan Baja Nasional: Strategi Struktur Persaingan Global

by -160 Views

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau Krakatau Steel Group (KRAS) menganggap bahwa melakukan evaluasi ulang terhadap narasi daya saing baja di tingkat global sangat penting untuk menjaga kelangsungan industri baja di Indonesia. Dalam menghadapi tekanan dari impor baja dengan harga rendah, pendekatan kebijakan yang didasarkan pada data objektif dinilai lebih relevan daripada hanya berdasarkan asumsi bahwa harga murah selalu berarti efisiensi yang tinggi.

Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, menekankan pentingnya memastikan bahwa kompetisi di industri baja berjalan secara adil. Ia menegaskan bahwa tantangan industri baja tidak hanya terletak pada pengejaran harga terendah, tetapi juga dalam memastikan bahwa persaingan berlangsung secara sehat demi pertumbuhan industri domestik yang berkelanjutan serta memberikan kontribusi yang optimal bagi perekonomian nasional.

Hal ini sejalan dengan agenda hilirisasi dan kemandirian ekonomi yang menjadi tujuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Melalui kebijakan yang didasarkan pada biaya yang objektif dan terverifikasi, Indonesia dapat menjaga ketahanan industri strategis serta meningkatkan daya saing jangka panjang.

Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji dari Steel & Mining Insights, menyoroti perlunya menyadarkan bahwa mitos tentang daya saing baja Tiongkok perlu ditantang. Data dari World Steel Association menunjukkan peningkatan signifikan dalam ekspor baja Tiongkok, sementara impornya terus menurun. Hal ini menunjukkan ketimpangan pasar global yang semakin terpusat pada satu eksportir dominan.

Beberapa publikasi internasional menunjukkan bahwa Tiongkok bukanlah produsen baja dengan biaya produksi terendah. Analisis dari berbagai lembaga menunjukkan bahwa biaya produksi baja di Indonesia tampaknya lebih kompetitif daripada di Tiongkok, meskipun harga ekspor Tiongkok tergolong rendah.

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk merupakan perusahaan manufaktur baja terintegrasi yang didirikan pada tahun 1970. Selain bergerak di sektor industri baja, Krakatau Steel Group juga memiliki berbagai bisnis di sektor kawasan industri, kepelabuhanan, logistik, penyediaan air industri, dan energi. Melalui komitmen untuk menjalankan transformasi perusahaan melalui program KS Reborn, Krakatau Steel fokus pada upaya penguatan tata kelola, transparansi, pengembangan sumber daya manusia, dan optimalisasi infrastruktur bisnis untuk membangun kepercayaan pemangku kepentingan dan menarik investor.

Source link