Prospek Kenaikan Harga Komoditas setelah Fitch Menaikkan Asumsi

by -105 Views

Fitch Ratings, lembaga pemeringkat internasional, telah mengumumkan proyeksi kenaikan harga logam dan komoditas tambang untuk tahun 2026. Naiknya proyeksi harga ini diperkirakan akan memberikan dampak positif bagi saham-saham perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menurut laporan resmi Fitch Ratings, asumsi harga tembaga naik dari US$9.500 per ton menjadi US$11.500 per ton. Kenaikan ini didorong oleh permintaan yang meningkat dari sektor elektrifikasi global. Sementara itu, asumsi harga aluminium juga dinaikkan untuk tahun 2026, dari US$2.550 per ton menjadi US$2.900 per ton, karena permintaan yang diprediksi tetap kuat.

Asumsi harga emas juga mengalami kenaikan sepanjang periode proyeksi, dari US$3.400 per ton menjadi US$4.500 per ton. Penyebabnya adalah lonjakan harga pasar yang dipicu oleh pembelian bank sentral dan peningkatan alokasi investasi dari investor institusi dan ritel. Fitch juga menaikkan asumsi harga batu bara termal, dari US$95 per ton menjadi US$110 per ton, karena kondisi pasar yang lebih ketat terutama di kuartal pertama tahun 2026.

Fitch juga menaikkan asumsi harga nikel jangka pendek menjadi US$16.000 per ton, karena kebijakan kuota produksi yang lebih rendah dari pemerintah Indonesia. Asumsi harga yang lebih tinggi ini diprediksi akan menopang harga nikel di pasar global. Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Reza Priyambada, menyambut baik kenaikan asumsi harga komoditas tersebut, karena dinilai mencerminkan kondisi global saat ini.

Peningkatan harga komoditas biasanya dianggap sebagai sentimen positif bagi emiten yang terkait secara langsung dengan sektor tersebut. Selain itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta Utama, menilai bahwa langkah Fitch menaikkan asumsi harga logam dan komoditas untuk tahun 2026 adalah hal yang wajar. Proyeksi tersebut berpotensi memberikan dampak positif bagi harga saham emiten terkait.

Peningkatan harga emas global juga berdampak pada kinerja saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang diprediksi akan tetap kuat. ANTM bersama Grup MIND ID telah melakukan hilirisasi yang dianggap sebagai nilai tambah. Saat ini, ANTM bersama PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memimpin kenaikan harga saham di antara emiten emas sejak awal tahun 2026.

Dengan proyeksi kenaikan harga komoditas global, saham emiten tambang, termasuk yang tergabung dalam ekosistem Grup MIND ID, memiliki potensi untuk mendapatkan sentimen positif. Pelaku pasar disarankan untuk mempertimbangkan kondisi fundamental dan teknikal saham-saham tersebut sebelum mengambil keputusan investasi.

Source link